Mangrak Tanpa Kejelasan, Siswa SDN Kajuanak 4 Bangkalan Belajar di Halaman Sekolah - Mabur.co

Mangrak Tanpa Kejelasan, Siswa SDN Kajuanak 4 Bangkalan Belajar di Halaman Sekolah

Mabur.co- Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Tanjungjati 1, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berlangsung dalam kondisi memprihatinkan akibat proyek rehabilitasi gedung sekolah yang mangkrak tanpa kejelasan penyelesaian.

Alih-alih meningkatkan kenyamanan siswa siswi belajar, pembangunan yang terhenti justru membuat para siswa harus menjalani proses pembelajaran dalam sebuah keterbatasan fasilitas.

Akibat terbengkalainya proyek tersebut, sejumlah siswa terpaksa mengikuti pelajaran di teras sekolah dengan fasilitas seadanya pula.

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Disdik Bangkalan, Ali Yusri Purwanto mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur menyiasati keberlangsungan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kajuanak 4, dengan mendirikan tenda darurat di halaman sekolah.

“Selain di halaman sekolah, sebagian ada juga yang numpang di teras rumah warga, karena perbaikan gedung masih dalam proses,” katanya, dilansir Antara, Rabu (29/4/2026).

Yusri mengatakan, SDN Kajuanak 4, Kecamatan Galis, Bangkalan ini merupakan satu dari 128 SD Negeri yang terdata mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.

Jumlah SD Negeri di Kabupaten Bangkalan berjumlah 618 lembaga, tersebar di 273 desa dan 8 kelurahan di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 536 di antaranya terdata mengalami kerusakan, dengan jumlah sekolah parah sebanyak 128 lembaga.

“SDN Kajuanak 4 yang siswanya terpaksa belajar di halaman sekolah dan numpang di teras rumah warga ini, masuk di antara 128 lembaga pendidikan yang rusak parah,” katanya.

Yusri menuturkan kerusakan bangunan sekolah terjadi pada tahun 2025, setelah bangunan utama di sekolah tersebut roboh akibat angin kencang yang disertai hujan deras.

“Pihak sekolah telah melaporkan kepada kami, dan kami juga telah melaporkan kepada pemerintah pusat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Yusri mengatakan, karena anggaran belum tersedia, perbaikan tidak bisa segera dilakukan. “Cara dilakukan pihak sekolah untuk menyiasati agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan mendirikan tenda darurat, dan sebagian numpang di teras rumah warga,” katanya.

Yusri menuturkan, jumlah siswa yang terpaksa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kondisi darurat sebanyak 105 siswa, dari kelas 1 hingga kelas 6,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *