Mabur.co – Pidato kenegaraan terbaru Presiden Prabowo yang menyinggung para pengkritik dirinya agar sebaiknya “kabur ke Yaman” (daripada terus mengkritik negara sendiri) terus menuai kecaman dari berbagai pihak.
Salah satu kecaman itu datang dari politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli.
Menurut Guntur, apa yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya tersebut bisa sangat berbahaya bagi hubungan bilateral kedua belah negara. Apalagi Indonesia selama ini dikenal punya hubungan yang cukup baik dengan Yaman.
“Ini (pidato Prabowo soal ‘kabur ke Yaman’) adalah retorika yang berbahaya. Kalimat tersebut menunjukkan sikap antikritik, yang dibalut sentimen merendahkan negara sahabat (Yaman). Pernyataan itu bisa menciderai hubungan diplomatik. Menjadikan Yaman sebagai analogi tempat pembuangan bagi mereka yang dianggap ‘bermata buram’ (dengan menyatakan ‘Indonesia Gelap’) adalah penghinaan terselubung,” ucap Guntur Romli, seperti dilansir dari kanal YouTube Warta Kota Production, Kamis (30/4/2026).
Guntur juga mempertanyakan, bagaimana Prabowo bisa terpikirkan negara yang bersahabat baik dengan Indonesia seperti Yaman, untuk dijadikan analogi bagi mereka yang membenci pemerintah.
“Mengapa negara dengan kekayaan sejarah spiritual seperti Yaman kok dijadikan bahan ejekan,” tambah Guntur.
Guntur pun ikut menyinggung masa lalu Prabowo sendiri, yang pernah ‘Kabur Aja Dulu” ke Yordania pada 1998 silam, pasca peristiwa besar yang memaksa mertuanya, Soeharto, untuk mundur dari jabatan RI 1.
Apalagi saat itu Prabowo juga diberhentikan dari Dinas Militer (Pangkostrad), serta diduga terlibat dalam penculikan salah satu aktivis dalam kerusuhan Mei 1998 tersebut. (*)



