Prabowo: Uang yang Kita Hemat adalah Hasil Korupsi - Mabur.co

Prabowo: Uang yang Kita Hemat adalah Hasil Korupsi

Mabur.co – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan sindiran keras terhadap para pengkritik dirinya, pemerintahan yang ia pimpin, sekaligus berbagai program yang ia jalankan.

Hal itu merupakan respons dari Kepala Negara, menyusul adanya dugaan bahwa dirinya hobi jalan-jalan ke luar negeri, serta merayakan ulang tahun Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang dirayakan dengan cukup mewah di Rusia maupun di Prancis, beberapa waktu lalu.

Meski tidak secara spesifik menyinggung soal tudingan-tudingan tersebut, namun Prabowo secara eksplisit mempertanyakan apa yang kerap disinggung oleh publik belakangan ini.

Prabowo pun menjelaskan bahwa dirinya bersama jajarannya hanya berusaha mengalokasikan uang rakyat dengan sebaik-baiknya, untuk kembali digunakan oleh rakyat, melalui berbagai program yang telah disiapkan.

“Uang yang tadinya pasti dikorupsi, kita tahan, kita realokasikan, lalu kita gelontorkan kepada rakyat (melalui berbagai program unggulan pemerintah). Salahnya apa?” tegas Prabowo Subianto, dalam kunjungan kerja di Cilacap, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (29/4/2026).

Prabowo pun kembali sesumbar, bahwa apa yang selama ini dilakukannya bersama jajarannya di pemerintahan hingga saat ini, semuanya sudah berada di jalur yang benar, dan tidak pernah melenceng sedikitpun.

Sehingga tudingan-tudingan yang kerap disampaikan oleh pengamat maupun masyarakat sipil di berbagai tempat, semuanya adalah keliru, bagian dari “antek-antek asing”, dan seterusnya.

“(Pemerintahan) kita berada di jalan yang benar. Kita berada di pihak rakyat Indonesia (yang bukan pembenci Prabowo). Siapapun yang tidak berada di pihak rakyat, silakan! (kabur dari Indonesia dan jadilah bagian dari ‘antek-antek asing’). Saya selalu akan berada di pihak bangsa dan rakyat Indonesia,” tambah Prabowo.

Prabowo juga menyebut bahwa uang yang dialokasikan untuk rakyat tersebut, selain berasal dari hasil sitaan para koruptor, awalnya juga merupakan bagian dari kekayaan negara-negara asing.

Dan untungnya, pemerintah telah sanggup menarik kembali kekayaan dari “antek-antek asing” tersebut, untuk bisa digunakan dan dimanfaatkan kembali oleh rakyat Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *