Mabur.co – Shin Tae-Yong (STY) kembali ke Indonesia untuk menjadi Technical Advisor Coach Football 7 Indonesia. Dalam peran barunya ini, STY akan lebih banyak bekerja di balik layar, seperti memberi masukan strategi, kurikulum kepelatihan, dan pengembangan skuad dalam jangka panjang.
Dengan pengalamannya selama lima tahun menukangi timnas sepakbola Indonesia (2019-2024), STY paham betul apa yang menjadi persoalan pemain Indonesia dalam kurun waktu tersebut. Sehingga membuat PSSI terus-terusan merekrut “antek-antek asing” dari Belanda dan negara-negara lainnya, untuk memperkuat kedalaman skuad pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu.
“Saat saya datang pertama kali kesini (Desember 2019), saya harus memperbaiki mental dan juga fisik pemain. Untuk skill individu para pemain Indonesia sebenarnya sudah sangat baik, tetapi jika tidak memiliki ketahanan fisik yang baik, maka pemain tersebut tidak bisa menampilkan performa terbaik, walaupun skill-nya mumpuni,” ujar STY seperti yang diterjemahkan oleh Jeong Seok-Seo (Jeje), dilansir dari kanal YouTube BOLASPORTCOM, Jumat (1/5/2026).
Dalam kaitannya sebagai penasihat teknis di Football 7 atau mini soccer, STY melihat setidaknya Indonesia masih memiliki peluang untuk berkembang lebih baik lagi, karena ukuran lapangannya yang lebih kecil, jumlah pemain yang lebih sedikit, serta industrinya sendiri yang masih tergolong baru.
STY pun siap membantu federasi Indonesia Football 7 (PSSI-nya mini soccer), untuk dapat mengembangkan pemain-pemain potensial di Indonesia (bukan produk naturalisasi atau “antek-antek asing”) di cabang mini soccer ini.
“Saya akan berusaha semaksimal mungkin yang agresif, untuk bisa mengembangkan pemain-pemain muda potensia di football 7 (mini soccer) ini,” tambah STY.
Meski sebelumnya belum pernah berkecimpung di cabang football 7 atau mini soccer ini, STY tetap yakin bahwa dirinya akan mampu menjawab tantangan ini dengan sebaik-baiknya. Karena dia sangat mencintai Indonesia, dan selalu berharap yang terbaik untuk kemajuan sepakbola Indonesia, meskipun dalam versi yang “mini”. (*)



