Mabur.co-Hantavirus bukanlah virus baru di Indonesia. Menurut penelitian, virus ini sudah ada di RI sejak tahun 1980-an.
Hantavirus adalah penyakitzoonosis yang ditularkan oleh tikus dan celurut. Genus Orthohantavirus diketahui sebagai penyebab penyakit virusHanta.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Indonesia (UI), Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, semua jenis tikus berpotensi menjadi sumber penyebaran hantavirus.
Dilansir dari JawaPos.com, Jumat (8/5/2026), menurut Wiku, langkah pencegahan utama adalah menghindari kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan pengerat tersebut.
“Hindari kontak langsung atau tidak langsung dengan tikus. Bersihkan lingkungan dari urin, kotoran tikus dan bekas makanan yang bersentuhan dengan tikus,” kata Wiku.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja serta memastikan makanan dan minuman tetap higienis.
“Jaga lingkungan rumah, tempat kerja. Selalu makan dan minum yang bersih dan higienis,” tuturnya.
Wiku menegaskan, penularan hantavirus antar-manusia tidak akan terjadi secara masif seperti Covid-19. Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap waspada karena terdapat strain tertentu yang dapat menular antarmanusia dalam kondisi kontak erat.
“Penularan tidak akan masif seperti Covid,” ujarnya.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, kasus gangguan pernapasan berat yang menimpa sejumlah penumpang kapal pesiar tersebut diidentifikasi sebagai hantavirus pada 4 Mei 2026.
Hingga 7 Mei 2026, dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan lima dari delapan kasus telah terkonfirmasi positif hantavirus.
“Masih ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan,” ujarnya dilansir WHO, Jumat (8/5/2026).
Dilansir Kemenkes, meski banyak orang mengira bahwa hantavirus adalah penyakit langka di luar negeri, faktanya virus ini telah lama ada di Indonesia, bahkan sejak tahun 1980-an.
Beberapa penelitian yang dilakukan di kota-kota besar memberikan hasil bahwa seroprevalensi hantavirus pada manusia di Indonesia mencapai sekitar 11,6%.
Artinya, dari setiap 10 orang, setidaknya satu pernah terpapar virus ini, meskipun mungkin tidak pernah terdiagnosis secara medis.
Berdasarkan laporan detikHealth, sedikitnya 23 kasus hantavirus dan 3 kasus kematian di 9 provinsi pernah tercatat di Indonesia dalam periode tiga tahun terakhir.
Namun, seluruh kasus hantavirus di Indonesia ini terkonfirmasi ke jenis seoul virus, bukan andes virus seperti yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. ***




