Mengenang Tewasnya Moses Gatotkaca, Korban Kerusuhan 1998 di Yogyakarta - Mabur.co

Mengenang Tewasnya Moses Gatotkaca, Korban Kerusuhan 1998 di Yogyakarta

Mabur.co – Masyarakat Yogyakarta mengenal Jalan Moses Gatotkaca sebagai nama salah satu jalan di daerah Gejayan, namun sedikit yang tahu cerita di baliknya.

Gejayan adalah nama sebuah padukuhan di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman yang seiring berkembangnya waktu, identik dengan Jalan Gejayan yang pernah menjadi lokasi aksi mahasiswa pada 1998.

Saksi mata, Silverio R. L. Aji Sampurno mengatakan, Moses Gatotkaca adalah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma yang tewas dalam demonstrasi menuntut turunnya Presiden Soeharto pada 8 Mei 1998.

“Ia meninggal setelah kepalanya luka oleh pukulan benda tumpul. Saat itu, Moses yang sedang melintasi aksi demonstrasi ricuh itu, dihajar oleh aparat keamanan lantaran diduga sebagai massa demonstran, sampai akhirnya meninggal,” ujarnya, saat diwawancarai mabur.co, via telepon, Jumat (8/5/2026).

Silverio mengatakan, saat aksi demonstrasi berdarah berlangsung, sebelum Moses meninggal, sebagian kecil warga setempat tidak berani keluar rumah ketika malam.

Rasa takut tersebut semakin bertambah ketika mengetahui adanya korban salah sasaran oleh aparat. Lalu, saat diketahui seorang mahasiswa bernama Moses meninggal dunia, masyarakat Yogyakarta ikut berduka.

“Saat jenazah ingin dikebumikan, ada banyak orang yang ikut mengantarkan,” ujarnya.

Silverio menuturkan, saat aksi demontrasi, suasana di jalan dan perkampungan sekitar jalan Gejayan sangat mencekam, aparat terus mencari mahasiswa yang lari bersembunyi.

“Menjelang Magrib ke arah malam, lampu jalan pun nggak begitu terang,” kenangnya.

Silverio kembali menuturkan, meninggalnya Moses bukan hal yang sia-sia. Dengan dijadikannya nama Moses Gatotkaca sebagai nama jalan di tempat di mana dia dikeroyok, diharapkankan dapat menjadi penanda.

“Penanda bahwa di tempat itu pernah terjadi peristiwa sejarah perjuangan demokrasi. Dengan dipakainya nama Moses sebagai nama jalan, itu bentuk penghargaan yang elegan dan mulia,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *