Mabur.co – Sebuah kapal yang membawa puluhan imigran gelap asal Indonesia (WNI) diaporkan tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, Senin (11/5/2026).
Laporan itu diterima otoritas maritim Malaysia sekitar pukul 05.30 pagi setelah nelayan setempat menemukan puluhan korban terapung-apung di lautan dan meminta bantuan.
Dikutip Antara, Selasa (12/5/2026), Badan Penegakan Maritim Malaysia, Negara Bagian Perak, langsung melakukan operasi SAR untuk menyelamatkan puluhan imigran ilegal tersebut.
Sejumlah kapal serta Pasukan Polis Marin, Tentara alait Diraja Malaysia hingga komunitas nelayan setempat turut dikerahkan dalam upaya pencarian tersebut
Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kepten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob, mengatakan, total ada sebanyak 37 orang Pendatang Asing Tanpa Izin asal Indonesia menjadi korban dalam insiden tersebut.
Dari jumlah itu sebanyak 23 korban yang terdiri atas 16 laki-laki dan 7 perempuan WNI berhasil diselamatkan menggunakan kapal nelayan lokal dan diantar ke Dermaga PPM Kampung Acheh. Proses dokumentasi serta penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, sebanyak 14 korban lainnya masih belum diketahui keberadaannya dan operasi SAR masih terus dilakukan secara intensif.
Selain itu, dalam operasi SAR tersebut petugas juga menemukan 3 buah tas berisi pakaian yang diduga milik para korban di lokasi kejadian dan akan dilakukan identifikasi oleh korban-korban yang telah diselamatkan.
Sesampai di Dermaga PPM Kampung Acheh, Perak, seluruh korban yang berhasil diselamatkan akan langsung diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut di IPD Manjung.
Berdasarkan laporan, para korban diduga berangkat dari Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatea Utara, pada 9 Mei 2026 menuju Malaysia dengan beberapa tujuan yang diperkirakan meliputi Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.
Selain menggunakan kapal boat cepat, operasi SAR ini juga melibatkan sejumlah armada seperti helikopter ringan, pesawat amfibi Bombardier CL 415, hingga Kapal boat patroli untuk melaksanakan pemantauan udara dan pencarian di area insiden.
Kapten Maritim, Mohd Shukri bin Khotob, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan operasi pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
“Maritim Malaysia berkomitmen dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan bersama instansi terkait guna memastikan seluruh korban yang diduga terlibat dapat ditemukan. Masyarakat, khususnya komunitas maritim, diminta memberikan informasi apabila menemukan korban atau objek mencurigakan di laut,” ujarnya.




