Mabur.co – Langkah mendasar menuju desa mandiri budaya adalah tersedianya profil kebudayaan kalurahan.
Perlu kesadaran dan kesungguhan segenap jajaran kelembagaan pemerintah kalurahan agar potensi desa bisa terdata dan terdokumentasi. Harapannya dari situ potensi bisa terpotret dan tersosialisasikan.
Demikian disampaikan budayawan Sleman, Wahjudi Djaja, S.S, M.Pd, dalam acara Peningkatan Potensi Lembaga Kalurahan di Mal Pelayanan Publik, Sleman, Rabu (13/5/2026) siang.
Acara digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman secara maraton antara 7-19 Mei 2026. Secara terpisah, lembaga yang diundang adalah Kader Posyandu, Perlindungan Masyarakat (Linmas), Karang Taruna, Ketua TP PKK Kalurahan, dan Ketua LPM Kalurahan.
Lebih jauh disampaikan, banyak potensi yang tak diangkat dan dikelola dengan baik sehingga belum memberikan dampak bagi masyarakat.
“Karang Taruna harus proaktif melihat kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik saja. Bisa dimulai dengan mendata dan mendokumentasi segala potensi yang ada di padukuhan masing-masing agar terselamatkan. Kelak, potret dan rekaman kita akan menjadi modal berharga saat kita harus membangun dan mengembangkan,” jelas Dosen STIEPAR API Yogyakarta ini.
Oleh karena itu, lanjut Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangol DIY ini, pemerintah kalurahan perlu memfasilitasi pembentukan tim kerja atau kelompok kerja yang bertugas menyusun dan menerbitkan profil kalurahan.
“Objek yang harus didata dan didokumentasikan oleh tim kerja adalah adat dan tradisi, kesenian, permainan tradisional, bahasa, sastra, aksara, kerajinan, kuliner, pengobatan tradisional, penataan ruang dan warisan budaya. Semuanya bisa digali dan dicatat, bahwa leluhur dan nenek moyang kita memiliki peradaban yang agung. Kebudayaan harus menjadi jati diri dan inspirasi pembangunan,” paparnya.
Sebelumnya, Agus Wasiso Wibowo, S.TP, S.Sos dari Dinas PMK Sleman menyampaikan pentingnya penyusunan profil kebudayaan kalurahan.
“Ada peluang besar bagi kita semua untuk bisa meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Antara lain, jika kita bisa mewujudkan desa mandiri budaya, kita berhak fasilitasi dan danais yang relatif besar. Maka mari tingkatkan semangat dan pengabdian kepada masyarakat,” pesannya.




