Mabur.co – Pemandangan berbeda terlihat di tempat penjualan hewan kurban milik UD Mulyo Slamet di Sukoreno, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Jelang Iduladha 2026, sejumlah SPG (Sales Promotion Girl) cantik berdandan ala cowboy tampak sibuk menawarkan sapi kurban kepada para pembeli.
Strategi pemasaran unik tersebut dilakukan pemilik usaha sapi kurban, Olan Suparlan, untuk mendongkrak penjualan sapi di tengah tingginya persaingan penjualan hewan kurban tahun ini.
Tak sekadar tampil menarik, para SPG juga dibekali pengetahuan mengenai jenis, berat, hingga harga sapi agar mampu menjelaskan spesifikasi hewan kurban kepada calon pembeli secara rinci.
Olan mengaku sengaja merekrut mantan SPG event dan produk untuk membantu pelayanan kepada pelanggan sekaligus menciptakan suasana berbeda di lokasi penjualan sapi.
“Tahun ini kami menyiapkan sekitar 100 sampai 200 ekor sapi berbagai jenis seperti sapi Jawa PO, limosin, hingga sapi Bali. Alhamdulillah sebagian besar sudah banyak yang pesan,” ujar Olan kepada mabur.co, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, strategi menghadirkan SPG ala cowboy ternyata cukup efektif menarik perhatian masyarakat.
Penjualan sapi kurban pun disebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Di lokasi penjualan, para SPG tampak aktif mendampingi pembeli memilih sapi sesuai kebutuhan dan anggaran.
Mereka juga membantu menjelaskan kisaran harga sapi yang dijual mulai Rp20 juta hingga Rp35 juta per ekor.
Salah satu SPG sapi kurban, Nunik Andriyani, mengaku pengalaman tersebut menjadi hal baru baginya. Sebelumnya ia lebih sering bekerja sebagai SPG event dan produk umum.
“Kalau jadi SPG sapi baru pertama kali. Awalnya memang berbeda, tapi kami diberi pelatihan tentang jenis sapi, berat sapi, sampai cara menjelaskan ke pembeli,” katanya.
Nunik mengaku tak mengalami kendala berarti selama bekerja karena sudah dibekali pengetahuan dasar mengenai karakteristik sapi kurban. Dengan bekal tersebut, dirinya kini lebih percaya diri saat melayani pembeli.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Bayu, mengaku tertarik datang ke lokasi tersebut karena pilihan sapi yang lengkap serta suasana penjualan yang berbeda dari tempat lain.
“Di sini stoknya banyak, jenisnya juga lengkap dan harga masih bisa ditawar. Adanya SPG ini bikin suasana jadi lebih menarik dan berbeda,” ujarnya.
Selain menyediakan beragam jenis sapi seperti Jawa PO, limosin, Bali, hingga sapi Madura atau deres, pihak penjual juga memberikan layanan tambahan berupa garansi perawatan gratis hingga waktu pengantaran menjelang Hari Raya Iduladha.
Strategi pemasaran kreatif dengan menghadirkan SPG ala cowboy ini pun sukses mencuri perhatian warga sekaligus menjadi daya tarik tersendiri dalam penjualan hewan kurban di Kulon Progo.




