Mabur.co– Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Kamis (14/5/2026) malam, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar malam tirakatan di Pendopo Parasamya.
Momentum sakral tersebut menjadi ajang meneguhkan semangat nyawiji golong gilig atau persatuan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan Sleman.
Ketua Paguyuban Abdi Dalem Kabupaten Sleman, KMT Dwijo Jayeng Mardowo, mengatakan, dalam tirakatan juga dihadirkan Tombak Kyai Turunsih.
Tombak tersebut merupakan tombak pemberian Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepada Kabupaten Sleman pada 15 Mei 1999. Waktu itu bertepatan dengan Hari Jadi ke-83 Kabupaten Sleman.
“Tombak Kyai Turunsih memiliki pamor beras wutah, pusaka ini menjadi lambang kemakmuran lahir dan batin bagi masyarakat di Bumi Sembada,” ujarnya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan bahwa tirakatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perjalanan panjang Kabupaten Sleman yang kini genap berusia 110 tahun.
“Tirakatan ini merupakan wujud laku prihatin, mawas diri, serta mengheningkan cipta, rasa, karsa, dan karya di hadapan Tuhan Yang Maha Agung,” jelasnya.

Danang menuturkan, peringatan Hari Jadi Sleman tahun ini mengusung tema “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, yang membawa pesan mendalam bagi seluruh aparatur pemerintahan dan warga Sleman untuk bersatu padu (nyawiji).
“Tema ini mengandung arti bahwa seluruh perangkat pemerintahan di Kabupaten Sleman dan warga masyarakat harus bersama-sama, bersatu, memiliki semangat tinggi, dan pantang menyerah demi keselamatan serta kesejahteraan hidup kita semua di masa mendatang,” tegasnya.
Danang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mewujudkan wilayah yang lebih maju, adil, makmur, serta tetap menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai keberadaban.
“Saya mengajak masyarakat untuk bekerja dengan semangat yang berkobar demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya. ***




