Mabur.co- Setiap tanggal 18 Mei, dunia memperingati Hari Vaksin AIDS Sedunia. Peringatan ini merupakan ide mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, yang disampaikan dalam pidato kelulusannya di Morgan State University pada tahun 1997.
Bill Clinton menekankan perlunya vaksin yang aman dan efektif sebagai solusi jangka panjang untuk mengakhiri epidemi HIV/AIDS. Setahun setelahnya atau tepat pada 18 Mei 1998 Hari Vaksin AIDS Sedunia pertama kali diperingati.
Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh
HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini menyebar melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI.
HIV dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), yang merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang sangat lemah sehingga rentan terhadap infeksi dan penyakit, sehingga butuh vaksinasi sebagai perlindungan.
Zimbabwe termasuk 10 negara pertama yang meluncurkan Lenacapavir, suntikan HIV dua kali setahun. Para ahli sebut terobosan, tapi masyarakat mempertanyakan biaya, keamanan, dan aksesnya.
Sebagai salah satu dari 10 negara peluncuran awal, Zimbabwe akan mulai menggunakan Lenacapavir, profilaksis atau obat HIV yang hanya perlu disuntikan dua kali dalam setahun.
“Kami sangat senang mengumumkan bahwa Zimbabwe terpilih sebagai salah satu dari 10 negara secara global untuk meluncurkan lenacapavir, sebuah kemajuan terobosan dalam perjuangan melawan HIV,” kata Kedutaan Besar AS di Harare dalam sebuah unggahan di X yang dilansir Senin (18/5/2026).
Zimbabwe memiliki salah satu tingkat prevalensi HIV tertinggi di dunia, dengan 1,3 juta orang yang hidup dengan kondisi tersebut, menurut data dari UNAIDS, program Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang HIV/AIDS.
“Negara di Afrika selatan ini baru-baru ini mencapai target cepat UNAIDS 95–95-95, yang berarti 95% dari mereka yang hidup dengan HIV mengetahui status mereka; 95% dari mereka yang mengetahui bahwa mereka terinfeksi HIV menerima perawatan antiretroviral yang menyelamatkan jiwa; dan 95% dari mereka yang dalam perawatan mencapai penekanan viral,” tulisnya dalam postingan.
Sementara itu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, meski vaksin HIV masih belum ditemukan, lenacapavir adalah hal terbaik berikutnya, yakni antiretroviral jangka panjang yang telah terbukti dalam uji coba dapat mencegah hampir semua infeksi HIV pada mereka yang berisiko.
“Kami menyebutnya sebagai potensi obat ajaib,” katanya dilansir WHO.




