Jaga Kelestarian Ekosistem Laut, BRIN Perkuat Riset Kuda Laut - Mabur.co

Jaga Kelestarian Ekosistem Laut, BRIN Perkuat Riset Kuda Laut 

Mabur.co – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat upaya pelestarian satwa laut melalui pengembangan riset ekologi spesies. 

Salah satu fokus utama yang kini menjadi perhatian adalah perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan kuda laut, satwa unik yang menjadi bagian penting dari kekayaan biodiversitas laut Indonesia.

Indonesia diketahui menempati posisi kedua dunia dalam keanekaragaman hayati. Khusus untuk kuda laut, dari sekitar 47 hingga 54 spesies di dunia, perairan Indonesia menjadi habitat bagi sedikitnya 13 spesies berbeda.

Dilansir situs resmi BRIN, Jumat (22/5/2026), Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Decky Indrawan Junaedi, mengatakan kuda laut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. 

Selain dikenal karena bentuk tubuh dan pola reproduksinya yang unik, satwa ini juga sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Menurut Decky, keberadaan kuda laut dapat menjadi indikator alami kondisi kesehatan perairan. Jika populasi kuda laut mulai menurun atau menghilang dari suatu wilayah, kondisi tersebut bisa menandakan adanya penurunan kualitas lingkungan maupun pencemaran.

“Kuda laut sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air. Karena itu, keberadaannya dapat menjadi penanda kondisi habitat laut,” ujar Decky dalam Lokakarya Eksplorasi Opsi Pengelolaan Penangkapan dan Perdagangan Kuda Laut Berkelanjutan di Indonesia, Jakarta.

Ia menjelaskan, dari sisi rantai makanan, kuda laut berperan mengendalikan populasi organisme kecil seperti krustasea dan plankton. Dengan demikian, keseimbangan ekosistem laut tetap terjaga dan risiko ledakan populasi plankton yang dapat merusak perairan bisa diminimalkan.

Pentingnya Peran Ekologis

Meski memiliki peran ekologis penting, kuda laut saat ini menghadapi ancaman akibat praktik penangkapan liar dan eksploitasi berlebihan di alam. Karena itu, BRIN mendorong pengelolaan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

BRIN menilai pemanfaatan kuda laut tidak seharusnya hanya bergantung pada penangkapan langsung dari habitat alami. Alternatif lain seperti pengembangan wisata bahari, edukasi, hingga fotografi bawah laut dinilai dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi kelestarian spesies tersebut.

“Konservasi bukan hanya soal melindungi, tetapi juga bagaimana pemanfaatannya tetap berkelanjutan,” katanya.

Untuk mendukung penelitian jangka panjang, BRIN juga membangun kerja sama internasional dengan berbagai lembaga riset dunia. Salah satunya melalui kemitraan dengan Project Seahorse dari University of British Columbia, Kanada, yang fokus pada penelitian ekologi kuda laut.

Selain itu, BRIN turut mengembangkan riset bersama Ocean Solution Technology Jepang untuk mempelajari aktivitas nelayan dan wilayah tangkapan ikan di sekitar Selat Malaka menggunakan perangkat perekam khusus.

Melalui berbagai kolaborasi tersebut, BRIN berharap pengelolaan sumber daya laut Indonesia dapat dilakukan berbasis sains sehingga mampu menjaga kelestarian ekosistem sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Decky menilai sektor kelautan memiliki potensi besar sebagai salah satu solusi masa depan Indonesia, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan.

“Sebagian besar wilayah Indonesia adalah laut, sehingga potensi solusi untuk masa depan bangsa juga banyak berasal dari sektor kelautan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *