20 Tahun Gempa Bumi, Eling lan Waspodo, Semangat Memayu Hayuning Bawana - Mabur.co

20 Tahun Gempa Bumi, Eling lan Waspodo, Semangat Memayu Hayuning Bawana

Mabur.co- Dalam rangka memperingati 20 tahun gempa bumi di Yogyakarta, Pemerintah, elemen relawan, masyarakat dan dunia usaha menggelar Apel Kesiapsiagaan di Lapangan Garuda, kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Sabtu (23/5/2026).

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti,  mengingatkan bahwa hidup di Yogyakarta berdampingan dengan beragam potensi bencana, mulai dari gempa bumi, erupsi Gunung Merapi, kekeringan hingga cuaca ekstrem yang melanda di Yogyakarta.

Group of emergency responders in orange uniforms and tan uniforms watching a drill with lifting gear in a park.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial, Kemenko PMK, Lilik Kurniawan (tiga dari kiri) bersama Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti (empat dari kiri) saat meninjau peralatan yang dipakai Basarnas untuk penanganan bencana. (Foto: Setiaky.A.Kusuma)

“Peringatan 20 tahun gempa harus menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kita belajar dan bersiap terhadap risiko bencana,” katanya, saat ditemui usai apel kesiapsigaan.

Falsafah Tanggung Jawab Moral

Ni Made mengatakan, falsafah Jawa eling lan waspodo serta semangat memayu hayuning bawana juga ditekankan sebagai tanggung jawab moral bersama untuk menjaga keselamatan manusia dan lingkungan.  

“Alat yang lengkap tanpa kemampuan operasi hanya akan menjadi benda mati. Sebaliknya personel yang terlatih, peralatan yang siap dan prosedur yang jelas, akan menjadi kekuatan penyelamatan,” ujarnya. 

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial, Kemenko PMK, Lilik Kurniawan mengatakan, gempa  magnitudo 5,9 SR pada 27 Mei 2006 lalu selama 57 detik.

Bencana tersebut merenggut lebih dari 5.700 korban jiwa, merusak 200 ribu rumah, dan memicu dampak kerugian hingga Rp29 triliun.

Peringatan dua dasa warsa ini merupakan sarana memperkuat memori kolektif bangsa bahwa mitigasi adalah investasi jangka panjang.

“Momentum ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi risiko bencana lain, termasuk dampak fenomena El Nino yang dapat memicu kekeringan, krisis air bersih, dan kebakaran hutan serta lahan,” jelasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *