Mengapa Manusia Cenderung Membenci Suaranya Sendiri? - Mabur.co

Mengapa Manusia Cenderung Membenci Suaranya Sendiri?

Mabur.co – Mendengarkan suara sendiri dalam kehidupan sehari-hari tampak merupakan sesuatu yang biasa saja.

Namun jika suara Anda direkam (misalnya melalui ponsel), lalu saat Anda dengarkan rekaman suara tersebut, rasanya ada sesuatu yang “tidak biasa”.

Ya, suara Anda tampak berbeda dari yang biasa Anda dengar sehari-harinya.

Umumnya, suara Anda saat direkam cenderung lebih cempreng, melengking, dan tidak sama seperti yang biasanya Anda dengar.

Padahal, suara Anda dalam rekaman itu merupakan suara Anda sendiri, yang sehari-harinya juga didengarkan oleh orang lain, ketika berbicara dengan Anda.

Tentunya Anda mulai merasa kecewa, seperti “kenapa suaraku (saat direkam) jadi seperti ini?”, “Kenapa suaraku berubah?”, dan seterusnya.

Lantas mengapa hal itu bisa terjadi? Dan apakah hal itu bisa diubah?

Dilansir dari laman Halodoc, Jumat (22/5/2026), berikut adalah penjelasan selengkapnya, mengapa manusia cenderung tidak menyukai suaranya sendiri saat direkam.

1. Konduksi Tulang

Saat berbicara, Anda mendengar suara dari getaran pita suara yang merambat melalui tulang tengkorak ke telinga dalam. Ini membuat suara Anda terdengar lebih berat dan dalam.

2. Suara di Udara

Rekaman audio hanya menangkap suara yang merambat melalui udara. Suara asli ini sering kali terdengar lebih tinggi, cempreng, atau fals bagi Anda, tetapi inilah suara yang sebenarnya didengar oleh orang lain.3.

3. Ketidakterbiasaan (Disonansi)

Otak menyukai sesuatu yang familiar. Karena Anda terbiasa dengan suara “versi tulang”, suara rekaman terasa asing, aneh, dan memicu rasa tidak percaya diri.

***

Disukai atau tidak, suara rekaman itu tetaplah suara Anda sendiri, yang sudah terbiasa didengarkan oleh orang-orang yang Anda ajak bicara.

Tidak perlu risih apabila suara rekaman itu ternyata berbeda dengan suara diri sendiri saat berbicara, karena itu alamiah dan dialami oleh hampir semua orang di seluruh dunia, termasuk penyanyi atau pembawa acara kondang sekalipun. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *