Fenomena Patung Macan: Dari Viral di Kediri hingga Simbol Sakral di Jepang dan India

Mabur.co — Patung macan yang berdiri di salah satu wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bentuknya yang dianggap tidak proporsional dan jauh dari kesan realistis membuat patung tersebut viral, dan memicu beragam reaksi warganet.

Fenomena ini sejatinya bukan hal baru. Di berbagai negara, patung harimau dengan bentuk yang dianggap “tak lazim” justru kerap ditemukan, bahkan berada di kawasan sakral seperti kuil dan tempat ibadah. Contohnya dapat dilihat di Jepang dan India, dua negara yang memiliki tradisi panjang dalam menempatkan simbol hewan sebagai bagian dari praktik keagamaan dan kebudayaan.

Patung Harimau di Kuil Myoujyourinji, Jepang

Salah satu contoh datang dari Jepang. Sebagaimana dikutip dari laman Japanesestation.com, Kuil Shinto Myoujyourinji di Kota Ogaki, Prefektur Gifu, dikenal memiliki patung harimau dengan tampilan yang tidak biasa. Patung ini kerap menarik perhatian pengunjung karena bentuknya berbeda dari patung penjaga kuil Jepang pada umumnya, seperti koma-inu atau kitsune.

Patung harimau tersebut dibuat dengan cara menggali dan memahat batu kapur yang berasal langsung dari area sekitar kuil. Material lokal ini membuat bentuk patung terlihat kasar, tidak simetris, dan jauh dari standar patung hewan realistis yang lazim ditemui di ruang publik modern.

Menurut penjelasan Japanese Mythology: Hermeneutics on Scripture oleh Yoshiko Okuyama, tidak proporsionalnya patung harimau ini disebabkan oleh fakta bahwa harimau bukan hewan asli Jepang. Sehingga sebagian besar seniman Jepang klasik tidak pernah melihat harimau secara langsung. Gambaran mereka bersumber dari lukisan Tiongkok, cerita lisan, dan imajinasi simbolik.

Meski bukan hewan liar asli Jepang, harimau memiliki tempat penting dalam tradisi spiritual dan simbolisme keagamaan bagi masyarakat negeri Sakura. Sejumlah kuil Buddha dan Shinto kerap menghadirkan figur harimau, bukan sebagai representasi fauna lokal, melainkan sebagai simbol kekuatan, perlindungan, dan penjaga kosmis, sebagaimana ajaran Taoisme, Buddhisme Mahayana, serta kosmologi Yin-Yang dan Lima Unsur.

Patung Harimau di Kuil Hindu India

Patung harimau di sebuah kuil Hindu di India Sumber loupiotecom

Fenomena serupa juga ditemukan di India. Sebuah dokumentasi foto yang dikatalogkan oleh Loupiote Photography memperlihatkan patung harimau bertubuh panjang yang berada di sebuah kuil Hindu kecil di pinggir jalan Volka–Alipurduar Road, dekat Hutan Senchal, West Bengal, India Selatan.

Menurut keterangan katalog, patung tersebut berfungsi sebagai elemen penjaga kuil dan ditempatkan di tepi jalan utama. Bentuknya sederhana, memanjang, dan tidak mengikuti proporsi anatomi harimau secara realistis.

Sebagaimana dijelaskan dalam artikel ThePrint.in, patung hewan seperti harimau  memang lazim ditemukan dalam arsitektur dan ornamen kuil Hindu. Hewan-hewan tersebut melambangkan kekuatan, perlindungan, dan energi kosmis, serta sering dikaitkan dengan makhluk mitologis.

Di India Selatan dan Tengah, khususnya wilayah Chandrapur, Maharashtra, masyarakat lokal mempraktikkan pemujaan terhadap dewa harimau atau Waghoba yang dipercaya sebagai pelindung desa dan roh leluhur. Menurut peneliti konservasi Ashraf Shaikh sebagaimana dikutip dari roundglasssustain.com , harimau dipandang bukan hanya sebagai hewan liar, tetapi sebagai dewa. Patung dan tempat ibadah dewa harimau sering ditempatkan di pintu masuk desa atau di lokasi tertentu yang memiliki makna spiritual. 

Tradisi pemujaan terhadap harimau ini mencerminkan hubungan spiritual yang kuat antara manusia dan alam. Praktik ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat memaknai keberadaan harimau dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk yang dihormati, ditakuti, dan diterima sebagai bagian dari tatanan budaya mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *