Mabur.co – Fans Jepang kembali membawa cerita unik pada perhelatan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tahun ini.
Selain permainan timnas sepakbolanya yang memukau dan sanggup menahan timnas Belanda, para supporter dari negeri Matahari terbit juga mampu memberi contoh yang sangat baik ke seluruh dunia, tentang bagaimana seharusnya para supporter bertindak ketika menonton sebuah pertandingan sepakbola, apalagi ketika berada di negeri orang.
Setiap kali Jepang selesai melangsungkan pertandingan di lapangan hijau, para supporter langsung bergegas mengumpulkan sampah yang berserakan di sekitar sisi tribun, dengan memakai kantong kresek berwarna biru yang sebelumnya digunakan untuk mendukung perjuangan Ayase Ueda dan kawan-kawan di lapangan.
Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan, dan dibuang secara bersamaan di tempat sampah terdekat, dengan bantuan dari koordinator supporter, dan juga petugas stadion setempat.
Menuai Pujian Dunia Internasional (Termasuk Artis)
Aksi rutin yang dilakukan para supporter ini turut menuai pujian dari dunia internasional.
Mereka mengapresiasi bagaimana Jepang selalu menjaga kebersihan wilayah tuan rumah, dalam hal ini stadion, mengingat status mereka sebagai tamu atau pendatang dari negara lain.
Mereka selalu memastikan bahwa kondisi stadion (tribun) sebelum dan sesudah pertandingan timnas Jepang akan tetap bersih seperti sedia kala, sekaligus tidak menyulitkan petugas kebersihan setempat dalam membersihkan area stadion pasca-pertandingan usai.
Bahkan dalam pertandingan terkhir Jepang di Piala Dunia menghadapi Brazil beberapa hari lalu, seorang konten kreator asal Amerika bernama Speed (Darren Watkins) ikut melakukan aksi bersih-bersih seperti yang biasa dilakukan fans timnas Jepang. Speed juga mengapresiasi apa yang dilakukan orang-orang Jepang di tanah Amerika, dan mengaku salut atas perjuangan mereka, yang ikut membersihkan stadion dengan memungut sampah, dan seterusnya.
Dikecam di Negara Sendiri
Meskipun menuai pujian setinggi langit dari dunia internasional, namun aksi ini bukannya tanpa cela sama sekali, termasuk di negara asalnya sendiri.
Publik dunia mungkin merasa takjub dengan apa yang dilakukan oleh fans Jepang saat bertandang ke luar negeri, namun ketika mereka mendukung di dalam negeri, situasinya justru berubah drastis.
Menurut laporan dari BBC, Rabu (1/7/2026), orang-orang Jepang mungkin terlihat rajin ketika melakukan bersih-bersih di negeri orang. Namun ketika menonton timnas Jepang bermain di kandang sendiri, aksi yang sama justru tidak dilakukan sama sekali. Begitu pun ketika melakukan aksi bersih-bersih di tempat-tempat lainnya, termasuk di rumah masing-masing.
Warganet Jepang di media sosial pun ramai-ramai mengecam aksi tersebut, karena dianggap hanya melakukan pencitraan kepada dunia internasional, sekaligus menerapkan standar ganda, karena orang-orang tersebut justru tidak melakukan hal yang sama di dalam rumah tangga mereka sendiri. Sehingga warganet pun meminta agar aksi bersih-bersih ini diprioritaskan di dalam negeri (terutama di rumah) terlebih dahulu.
Selain itu, aksi semacam itu juga dianggap menghilangkan atau mengurangi rezeki bagi petugas stadion setempat, yang memang dibayar untuk tugas semacam itu.
***
Terlepas dari pencitraan atau tidak, apa yang dilakukan oleh fans Jepang di Piala Dunia kali ini tetap patut mendapat apresiasi tersendiri.
Karena dunia bisa melihat bagaimana seharusnya para fans bertindak setiap kali menyaksikan pertandingan sepakbola di stadion, serta bertanggungjawab menjaga kebersihan stadion yang dikunjungi, dan seterusnya.
Sayangnya, aksi para fans Jepang ini dipastikan harus berakhir lebih cepat, lantaran tim Samurai Biru dipaksa takluk dari Brazil di babak 32 besar dengan skor 2-1, beberapa hari lalu. (*)

