Peluang Writerpreneur, Bangun Portofolio Menulis Buku Digital

3 Min Read
Two women sit on a bench outside a glass-walled building; the left woman speaks into a handheld microphone while the right woman looks at her smartphone and holds sunglasses.
Anastasia Arsiwi Anggita Dewi (kiri) menjelaskan seluk beluk program "Nulis Bareng Ananta" (Nubaran) dalam acara Selasa Sastra di Kelingan Garden and Cafe, Bejen, Bantul. (Foto: Kanal YouTube Bang Tedi Way)

Mabur.co – Menulis buku adalah kesempatan untuk semua orang, baik dari kalangan manapun, dan usia berapapun.

Kesempatan inilah yang dibuka oleh Penerbit Ananta Vidya, yang digawangi oleh Direkturnya, Anastasia Arsiwi Anggita Dewi, melalui program tahunan yang diberi nama “Nulis Bareng Ananta” (Nubaran).

Dalam acara Selasa Sastra bertajuk “Sajak-sajak Arah Angin” yang berlangsung di Kelingan Garden & Cafe, Bejen, Bantul, Selasa (7/7/2026), Gita, panggilan akrabnya, membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa saja untuk bergabung dalam program “Nubaran” ini, agar bisa menerbitkan buku indie secara digital, serta dapat diperjualbelikan ke khalayak luas, alias menjadi seorang “writerpreneur“.

“KIta memang ada tantangan-tantangan khusus sih. Jadi kalau misalnya temen-temen di sini sudah biasa menulis puisi, maka tantangannya nanti akan diminta untuk menulis buku nonfiksi, dan semacamnya. Nanti teman-teman tinggal bagaimana caranya untuk keluar dari zona nyaman itu (menulis genre yang berbeda dari biasanya),” ujar Gita, dalam acara Selasa Sastra bertajuk “Sajak-sajak Arah Angin” yang berlangsung di Kelingan Garden & Cafe, Selasa (7/7/2026).

Tantangan Kepenulisan, dari Audiovisual Jadi Teks Hidup

Adapun untuk tahun ini, “Nubaran” memfokuskan tantangan kepenulisan pada genre Komedi dan Budaya, di mana setiap peserta bisa memilih salah satu dari keduanya. Dua tema ini juga bisa ditulis dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi, dengan beberapa persyaratan teknis di dalamnya.

“Sekarang kan lagi musimnya parodi kan ya. Jadi ada banyak bahan yang mulai dijadikan semacam slang gitu ya. Dan konten-konten semacam itu biasanya dibuat dalam bentuk video (yang diunggah di media sosial). Nah gimana caranya supaya bisa membuat parodi itu dalam bentuk teks, misalnya. Jadi ada semacam tantangan imajinasinya agar teks itu bisa jadi lucu, gitu,” tambah Gita.

Program “Nubaran” ini sendiri dibuka selama satu bulan, mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, dengan ketentuan menulis minimal 50 halaman A5 (hanya mencakup isi/inti utama dari buku, tidak termasuk kata pengantar, daftar isi, dan lain-lain), format file Microsoft Word font Times New Roman ukuran 12, spasi 1,15, dan margin 2 cm rata tengah.

Peserta dapat mengirimkan draf naskah, prakata, sinopsis, sampul buku, dan alasan mengapa buku tersebut layak diterbitkan, melalui alamat email [email protected].

Penulis yang naskahnya terpilih alias lolos proses kurasi, akan mendapatkan sejumlah fasilitas menarik, di antaranya penyuntingan (editing), tata letak (layout), penerbitan (ISBN elektronik), dukungan promosi, serta yang paling dinanti-nantikan yakni royalti penulis.

Informasi selengkapnya mengenai program “Nubaran” ini bisa dilihat di akun Instagram @ananta.writer. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar