Mabur.co – Sejumlah anak-anak usia sekolah tampil memukau di hadapan ratusan penonton yang berkumpul di kompleks Taman Budaya Kulon Progo, Selasa (07/06/2026) sore.
Mereka nampak memainkan berbagai macam kesenian mulai dari pantomim, karawitan, angklung hingga aneka tari-tarian tradisional di atas panggung yang disediakan.
Meski masih usia sekolah, mereka nampak begitu percaya diri menyuguhkan penampilan terbaik. Sehingga mampu mendapat apresiasi dari penonton yang hadir.
Seperti itulah gambaran kemeriahan pembukaan kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kulon Progo 2026 yang digelar di Taman Budaya Kulon Progo mulai Selasa pekan ini.
Berlangsung selama lima hari hingga 11 Juli 2026 mendatang Pekan Kebudayaan Daerah Kulon Progo tahun ini melibatkan tidak kurang dari 700 pelaku seni dari berbagai jenjang usia maupun kalangan.
Kepala UPT Taman Budaya Kulon Progo, Murdiono, mengatakan ajang Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kulon Progo tahun ini mengusung tema “Menyemai Benih Budaya, Menumbuhkan Talenta Muda.”
Pembinaan Bakat dan Minat
Tema tersebut dipilih dengan semangat untuk memberi perhatian besar terhadap pembinaan bakat dan minat generasi muda melalui seni dan budaya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak, remaja, hingga generasi muda untuk menampilkan bakat seni sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kulon Progo ini nantinya akan diisi berbagai pertunjukan seni yang melibatkan pelajar mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

Lewat kegiatan ini masyarakat akan disuguhi berbagai pertunjukan. Mulai dari pertunjukan tari, pantomim, angklung, pembacaan puisi, pencak silat, hingga penampilan seni lainnya.
Salah satu agenda utama dalam Pekan Kebudayaan Daerah tahun ini adalah Lomba Karawitan tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah yang diikuti 25 sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kulon Progo.
Para peserta akan menampilkan kemampuan memainkan gamelan sekaligus membawakan gending-gending tradisional Jawa untuk dinilai oleh dewan juri berdasarkan teknik, kekompakan, penghayatan, serta penyajian keseluruhan.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, panitia telah menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan bagi para penampil terbaik.
Juara I akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp5 juta, Juara II Rp4 juta, Juara III Rp3 juta, Harapan I Rp2,5 juta, dan Harapan II Rp2 juta.
Selain menjadi ruang pertunjukan seni dan budaya bagi generasi muda, lomba karawitan ini juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit seniman baru asal Kabupaten Kulon Progo.

