Tingalan Jumenengan Dalem, Upaya Jaga Kedaulatan Institusi agar Tidak Terputus dari Asal-Usul sebagai Manusia - Mabur.co

Tingalan Jumenengan Dalem, Upaya Jaga Kedaulatan Institusi agar Tidak Terputus dari Asal-Usul sebagai Manusia

Mabur.co- Pemerhati Mataram Islam, M. Yaser Arafat, M.A, menuturkan, sebagai warga Yogyakarta turut gembira dan turut nyengkuyung, mendukung pelaksanaan Ngebluk, Ngapem, Sugengan, dan Labuhan Tingalan Jumenengan Dalem ke-38 Sri Sultan Hamengku Bawono ka-10. Hal ini merupakan bagian dari upaya institusi Keraton Yogyakarta dalam menjaga dan memelihara kedaulatan institusional serta kedaulatan latar kebudayaan. Sebab merupakan rangkaian upacara yang sudah dilakukan oleh para pendahulu dalam rangka menjaga Yogyakarta.

“Ada pun dampaknya dari sisi spiritual adalah kita disadarkan bahwa kita sebagai manusia terhubung dengan berbagai macam kenyataan hidup. Terutama terhubung dengan makhluk-makhluk lain selain manusia. Baik yang berada di gunung atau pun yang berada di air atau di laut,” ujar M. Yaser Arafat yang sehari-harinya juga menjadi dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, saat diwawancarai mabur.co via Whatsapp, Rabu (14/1/2026).

M. Yaser Arafat juga mengungkapkan, adanya momen jumenengan membuat masyarakat diberi pemahaman oleh keraton. Bahwa sebagai manusia tidak terputus asal-usulnya. Manusia yaitu makhluk yang diciptakan dari tanah, dari air, dari unsur api, dan dari unsur udara.

Oleh sebab itu, acara atau upacara ini penting untuk didukung. Sebagai kawula Ngayogyakarta tentu juga dirinya berharap diberi pengertian mengenai Ngebluk, Ngapem, Sugengan, dan Labuhan.

”Tidak semua warga bisa memahami, sejauh mana maknanya, sejarahnya, dan asal-usulnya,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *