Mabur.co – Dalam waktu dekat, Ndalem Keraton Yogyakarta akan merayakan salah satu tradisi besar dalam sejarah, yakni Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang akan berlangsung di kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan beberapa lokasi lainnya pada 16-20 Januari 2026.
Tingalan Jumenengan Dalem adalah serangkaian upacara yang digelar berkaitan dengan peringatan penobatan atau kenaikan tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur DIY sejak 1988 silam.
Meskipun telah bertahta selama hampir 38 tahun di Kesultanan Yogyakarta, tradisi Tingalan Jumenengan Dalem ini tetap memiliki nilai tersendiri yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya berupa acara seremonial semata.
Dilansir dari laman resmi Keraton Jogja, merayakan tradisi Tingalan Jumenengan Dalem dapat memperkuat identitas budaya Jawa, karena bernilai juga mendoakan kesejahteraan dan kepemimpinan sultan sebagai “Hamengku, Hamangku, Hamengkoni” bagi rakyat DIY.
Selain itu adalah bernilai menjaga keharmonisan alam (Hamemayu Hayuning Bawono), serta menjadi momen refleksi spiritual bagi rakyat Yogyakarta secara umum. Selain itu Tingalan Jumenengan Dalem juga dapat mengukuhkan peran keraton sebagai penjaga tradisi dan nilai luhur, di tengah zaman yang semakin modern.
Namun Tingalan Jumenengan Dalem tidak selalu tentang pemimpin atau raja, karena perayaan ini juga merupakan doa dan permohonan agar sultan selalu setia melindungi, mensejahterakan, mengutamakan kepentingan rakyat, dan memaksimalkan peran dalam pembangunan daerah.
Selain tentang nilai filosofis, Tingalan Jumenengan Dalem juga berfungsi sebagai momen introspeksi bagi pihak keraton beserta rakyatnya, yakni penegasan bahwa kepemimpinan Sri Sultan bukan hanya tentang kekuasaan, melainkan lebih kepada rasa tanggung jawab, belas kasih, dan juga pengabdian.
Adaptif terhadap Perkembangan Zaman
Meskipun Tingalan Jumenengan Dalem merupakan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, namun tradisi ini tidak sepenuhnya menutup diri pada perkembangan zaman modern. Di mana pihak keraton juga melibatkan masyarakat dari kalangan generasi muda dalam rangkaian acara Tingalan Jumenengan Dalem, seperti dalam prosesi kirab, tarian sakral, pementasan seni, hingga pembacaan doa.
Sebagai ritual tahunan di kalangan keraton, Tingalan Jumenengan Dalem terus memegang erat nilai-nilai spiritualitas, budaya, dan tanggung jawab kepemimpinan, serta memastikan nilai-nilai luhur tersebut tetap eksis di setiap perubahan zaman. (*)



