Mengenal Abdi Dalem Palawija, Simbol Inklusivitas dalam Tradisi Keraton Yogyakarta

Mabur.co — Dalam waktu dekat, Keraton Yogyakarta akan menggelar rangkaian tradisi Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem atau peringatan kenaikan tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang ke-38. Tradisi ini tentu tidak dapat dipisahkan dari keberadaan abdi dalem keraton yang selama ini menjalankan berbagai tugas operasional, mulai dari pekerjaan ringan seperti menyapu hingga pekerjaan berisiko seperti menyampaikan perintah raja.

Di antara sekian banyak abdi dalem dengan beragam tugas, terdapat kelompok yang dikenal sebagai Abdi Dalem Palawija. Abdi dalem ini bisa dibilang bukan sembarang abdi dalem biasa. Pasalnya mereka terdiri dari orang-orang bertubuh kerdil, albino, bongkok, pincang, serta individu dengan berbagai kelainan fisik lainnya. Abdi Dalem Palawija merupakan pengiring kesayangan raja karena dikenal sangat setia.

Dikutip dari situs resmi ullensentalu.com, peneliti Museum Ullen Sentalu, Restu A. Rahayuningsih, menyebut di Kasultanan Yogyakarta, Abdi Dalem Palawija umumnya kerap terlihat mendampingi raja dalam sejumlah momentum khusus, seperti upacara penobatan raja atau jumenengan dan upacara grebeg. Dalam kedua momen tersebut, mereka biasa bertugas sebagai pengiring serta pembawa perlengkapan upacara atau uba rampe.

Dijelaskan dalam prosesinya para Abdi Dalem Palawija akan mengenakan kain sebagai penutup tubuh. Bagi pria, kain panjang hanya digunakan untuk menutup bagian perut ke bawah sehingga mereka tampil bertelanjang dada dengan penutup kepala. Sementara bagi perempuan, kain yang dikenakan terdiri atas dua jenis, yakni kain kemben untuk menutup bagian atas tubuh dan kain panjang untuk menutup bagian bawah tubuh.

Abdi Dalem Palawija Foto ullensentalucom

Denys Lombard, dalam karyanya Nusa Jawa: Silang Budaya 3 Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris (2008), mengulas bahwa di antara sekian banyak tanda kebesaran yang disimpan di istana Jawa, keberadaan Abdi Dalem Palawija memiliki makna tersendiri. Keberadaan mereka kerap dikaitkan dengan tokoh pewayangan Punakawan, yakni Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong, yang digambarkan memiliki bentuk fisik yang khas.

Tokoh Punakawan sendiri kerap muncul dalam kesusastraan Jawa pada periode Mataram Islam abad ke-16. Kehadiran tokoh tersebut diperkenalkan oleh para wali sebagai pengiring dan pendamping bangsawan keraton atau raja. Tokoh Punakawan tidak hanya berperan sebagai pelawak, tetapi juga pemberi petuah yang bijak, bahkan dianggap sebagai titisan dewa.

Pada abad ke-18 dan ke-19, figur Punakawan semakin sering ditemukan dalam karya sastra, seperti karya-karya Yasadipura di Surakarta. Dari karya-karya sastra inilah istilah Punakawan mulai diperkenalkan. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran tokoh Punakawan digali dari kehidupan sosial masyarakat Jawa yang memiliki keberagaman fisik.

Dilansir dari situs resmi Keraton Yogyakarta, kelompok Abdi Dalem Palawija ternyata juga berhubungan erat dengan keberadaan sultan sebagai pemelihara mikrokosmos dan makrokosmos dalam budaya Jawa. Sultan, sebagai pewaris wangsa Mataram Islam, dipandang sebagai pengayom berbagai kelompok minoritas, mulai dari wujil, cebol, walikan, paliser, bucu, lan dhampit sebagaimana tertulis dalam Babad Tanah Jawa.

Jika ditinjau dari kondisi masyarakat saat ini, proses revitalisasi Abdi Dalem Palawija merupakan bentuk pengayoman sultan sebagai raja kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta sebagai institusi budaya juga menjadi ruang inklusif bagi masyarakat disabilitas.

Keistimewaan Abdi Dalem Palawija ini juga tercermin dari hak khusus yang diberikan raja kepada mereka untuk tinggal di sebuah kawasan khusus yang kini dikenal sebagai Kampung Palawijan. Secara administratif, Kampung Palawijan ini berada di sebelah utara Kampung Taman atau kawasan Tamansari. Kedua wilayah tersebut dibatasi oleh Jalan Polowijan dan berada di kompleks Jeron Beteng atau lingkungan dalam benteng Keraton Yogyakarta. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *