Sri Mulyani dalam Pusaran Konspirasi Yayasan Bill Gates

Mabur.co – Mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, resmi diangkat sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board) Bill & Melinda Gates Foundation, salah satu yayasan filantropi terbesar di dunia yang didirikan oleh Bill Gates dan Melinda French Gates. 

Pengumuman penunjukan ini dirilis oleh yayasan pada 12 Januari 2026 dan menjadi sorotan global karena menempatkan tokoh Indonesia dalam jajaran pengambil keputusan strategis di lembaga filantropi multinasional.

Bill & Melinda Gates Foundation, yang kini dikenal sebagai Gates Foundation, merupakan salah satu organisasi filantropi terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Didirikan pada tahun 2000 oleh Bill Gates dan istrinya Melinda French Gates, yayasan ini memiliki misi untuk mengurangi ketimpangan global dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi.

Dengan aset puluhan miliar dolar AS, Gates Foundation ini memainkan peran penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan global, terutama di negara-negara berkembang.

Meski begitu sejak pandemi COVID-19 merebak, nama Bill Gates dan Bill & Melinda Gates Foundation ini kerap menjadi sasaran berbagai teori konspirasi yang banyak diperbincangkan di media sosial maupun platform daring. Termasuk di Indonesia.

Meski tak bisa dipastikan kebenarannya, setiap teori konspirasi pastilah akan selalu menarik untuk dibahas dan diperbincangkan. Lalu apa sajakah teori konspirasi itu?

1. Mikrocip dan Kontrol Manusia

Salah satu teori yang paling banyak beredar adalah klaim bahwa Bill Gates ingin menanamkan mikrocip atau perangkat pelacak dalam vaksin COVID-19 untuk memantau atau mengendalikan populasi manusia.

Meski tidak ada bukti ilmiah maupun medis yang mendukung narasi ini, masyarakat Indonesia pasti pernah mendengar teori konspirasi ini. Baik itu melalui konten-konten maupun sejumlah podcast di media sosial. 

2. Dalang Pandemi dan Pembuat Virus

Beberapa narasi konspirasi, juga pernah menuduh Gates sebagai pencipta virus COVID-19, atau sengaja memicu pandemi untuk mendapatkan keuntungan melalui vaksin.

Teori ini muncul karena adanya beberapa konten potongan video yang merasikan bahwa Gates telah mengetahui akan adanya wabah penyakit dan kematian massal, beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19 itu terjadi.

3. Melakukan Depopulasi  dan Memiliki Agenda Tersembunyi

Ada juga klaim yang lebih ekstrem, misalnya yang menyebut bahwa Gates dan yayasannya memiliki agenda depopulasi dunia melalui program vaksinasi.

Narasi ini sering mengutip pernyataan Gates dalam kegiatan konferensi yang diikutinya di masa lampau. Misalnya tentang pengurangan angka kematian anak melalui vaksin. Yang kemudian dinarasikan bahwa vaksin berdampak negatif pada populasi. 

Terlepas dari semua itu, harus diakui sampai saat ini tidak ada satupun bukti ilmiah yang menyatakan bahwa Bill Gates atau yayasannya telah menciptakan dan menyebarkan virus. Atau bahkan melakukan depopulasi.

Bill Gates sendiri juga berkali-kali telah membantah sejumlah teori dan narasi tersebut. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah terlibat dalam teknologi mikrocip untuk kontrol manusia dan menyebut teori itu “aneh” dan tidak masuk akal. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *