Isra Mikraj, Momentum Refleksi Perdamaian Dunia, Bukan Sekadar Perayaan Seremonial

Mabur.co – Tanggal 16 Januari 2026 ini, umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, merayakan peringatan Isra Mikraj 1447 H, sebuah momen bersejarah di mana Rasulullah SAW melakukan perjalanan hanya dalam satu malam dari Masjidil Haram yang berada di Mekah (Arab Saudi) menuju ke Masjidil Aqsa (Palestina). Lalu naik ke langit ke-7 untuk menerima perintah salat lima waktu.

Pihak Keraton Yogyakarta sendiri tak ketinggalan merayakan momen bersejarah ini, melalui pengajian pembacaan riwayat Rasulullah SAW selama melakukan perjalanan Isra Mikraj, yang diselenggarakan di Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Seluruh sesi pengajian ini dipimpin oleh Ustaz M. Yasser Arafat, yang juga dosen mata kuliah Sosiologi Agama di kampus UIN Sunan Kalijaga.

Selain membacakan riwayat Rasulullah SAW ketika melakukan perjalanan Isra Mikraj, Yasser Arafat juga menyampaikan harapannya terkait penerapan Isra Mikraj sebagai salah satu momentum terwujudnya perdamaian dunia.

“Ketika setiap manusia mampu menerapkan perintah yang terkandung dalam Isra Mikraj, yakni perintah mengerjakan salat lima waktu, maka seharusnya tidak akan ada lagi perang di mana-mana, baik itu di Palestina maupun yang lainnya. Karena salat dapat menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan mungkar,” ucap Yasser Arafat di Masjid Gedhe Kauman dalam siaran langsung pengajian Isra Mikraj di kanal YouTube Kraton Jogja yang berlangsung di Masjid Gedhe, Kauman, Kamis (15/1/2026).

Yasser menambahkan, karena salat merupakan tiang dari agama Islam, maka ibadah yang satu ini hendaknya selalu didahulukan ketimbang urusan lain, apalagi yang sifatnya duniawi.

“Salat adalah amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat kelak. Ketika salatnya baik, maka perbuatan lainnya juga pasti akan baik, begitu pun sebaliknya. Sehingga apa yang terjadi hari ini (peperangan dunia) menandakan bahwa salatnya masih kurang baik,” tambah Yasser Arafat.

Selain pengajian bersama di Masjdi Gedhe Kauman, pihak Keraton Yogyakarta juga mengadakan beberapa acara untuk menyambut perayaan Isra Mikraj, di antaranya menggelar Hajad Dalem Yasa Peksi Burak, yakni prosesi pembuatan burung Buraq yang berasal dari rangkaian bunga dan buah, sebagai simbol kendaraan Nabi Muhammad SAW saat melakukan Isra Mikraj.

Rangkaian Peksi Burak ini kemudian diantar ke Kagungan Dalem Masjid Gedhe Kauman, yang menjadi lokasi pengajian Isra Mikraj. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *