Ribuan Gen Z Ikuti Labuhan Merapi, Berjalan Kaki 1,5 Kilometer

Mabur.co – Tradisi Labuhan Merapi kembali diselenggarakan Keraton Yogyakarta di kawasan lereng Gunung Merapi sisi selatan, tepatnya di Padukuhan Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Selasa (20/1/2026). 

Dipimpin oleh Juru Kunci Gunung Merapi, ritual Labuhan dilakukan oleh para Abdi Dalem Keraton dengan membawa sejumlah sesaji atau ubo rampe, dimulai dari Petilasan Hargo Dalem, Kinahrejo, menuju puncak Bangsal Sri Manganti yang berada di atas ketinggian 1.500 Mdpl. 

Yang menarik, pelaksanaan tradisi Labuhan tahun 2026 ini, turut diikuti ribuan masyarakat yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda. Mereka nampak hadir dan mengikuti prosesi Labuhan dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer menuju Bangsal Sri Manganti.

Ribuan warga memadati Bangsal Sri Manganti tempat dilakukannya prosesi Labuhan Merapi Foto JH Kusmargana

Berada di belakang rombongan para Abdi Dalem yang membawa ubo rampe, mereka nampak semangat menyusuri lereng curam sisi selatan Gunung Merapi. Sebegitu banyaknya jumlah warga yang hadir, barisan iring-iringan mereka bahkan sampai terlihat mengular hingga ratusan meter.

Salah seorang warga yang berasal dari generasi Gen Z, Mafira (22), mengaku baru pertama kali mengikuti tradisi Labuhan Merapi. Gadis asli Yogyakarta ini mengaku rela datang sejak pagi buta bersama seorang temannya, demi bisa mengikuti acara Labuhan ini. 

“Ini baru pertama kali ikut.  Penasaran saja. Pengen tahu seperti apa sih Labuhan di Gunung Merapi itu. Ya sekaligus sambil olahraga tipis-tipis,” ungkapnya. 

Sejumlah Abdi Dalem saat melakukan tradisi Labuhan Merapi Foto JH Kusmargana

Hal yang sama juga diungkapkan pengunjung lainnya, Mutia (22). Ia mengaku antusias mengikuti Labuhan Merapi agar bisa lebih mengenal tradisi dan budaya di Yogyakarta yang merupakan kota kelahiran serta kota asalnya sendiri. 

“Ternyata seru sekali. Treknya mantab, view-nya juga bagus banget. Ramai juga. Nggak menyangka kalau ternyata seramai ini,” katanya.

Tak hanya dihadiri generasi muda yang hobi treking dan naik gunung, tradisi Labuhan Merapi ini juga dihadiri masyarakat dari kalangan yang lebih tua. Berasal dari berbagai pelosok daerah seperti Bantul, Gunungkidul hingga Klaten, mereka umumnya datang untuk ngalab berkah atau mencari berkah.

Sejumlah Gen Z menunjukkan nasi berkat yang mereka dapatkan saat mengikuti tradisi Labuhan Merapi Foto JH Kusmargana

Salah satunya adalah Edi Hartono (70) warga Pakualaman, Yogyakarta.  Ia mengaku mengikuti seluruh rangkaian tradisi Labuhan ini.  Mulai dari sejak awal prosesi arak-arakan penyerahan ubo rampe hingga prosesi inti yang dilangsungkan hari ini.

“Saya sudah datang sejak kemarin. Jadi tadi malam menginap di sini. Sambil ikut kenduri dan menyaksikan pertunjukan wayang,” katanya.

Edi mengaku hampir tak pernah absen mengikuti tradisi Labuhan Merapi yang rutin digelar setiap tahunnya.

Ia bahkan sudah mulai mengikuti tradisi Labuhan ini sejak tahun 1978 atau saat usianya masih 22 tahun. Selain karena kecintaannya akan tradisi dan budaya leluhur, ia juga mengaku datang untuk ngalap berkah.

“Sekarang sudah sangat berkembang sekali. Dulu itu masih sepi. Jarang ada yang ikut. Syukur alhamdulillah, sekarang sudah banyak anak muda yang mau ikut tradisi Labuhan seperti ini. Karena kalau bukan kita sendiri yang nguri-uri, mau siapa lagi,” ungkapnya.

Sejumlah warga saat berjalan kaki dari Petilasan Hargo Dalem menuju Bangsal Sri Manganti Foto JH Kusmargana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *