Mabur.co – Lagu “Indonesia Raya” kembali menarik perhatian publik setelah versi awal lagu kebangsaan tersebut dibawakan oleh Antea Putri Turk, cucu perempuan Wage Rudolf Soepratman.
Sembari memainkan biola, Antea nampak menyanyikan tiga stanza “Indonesia Raya” dengan mengacu pada lirik asli tahun 1928 dan memainkan biola dalam penampilannya.
Video yang diunggah melalui akun TikTok @endangturk204 dan kemudian dibagikan kembali oleh akun Instagram@folkative Itu pun viral.
Pantauan mabur.co, Selasa (18/8/2026) unggahan itu mendapat respons besar dari warganet. Hingga kini, postingan tersebut tercatat memperoleh sekitar 308 ribu tanda suka, 800 komentar dan telah dibagikan lebih dari 7.000 kali.
Merinding dan Terharu
Banyak warganet mengaku merinding dan terharu mendengar lagu yang selama ini dikenal sebagai lagu kebangsaan Indonesia dibawakan dengan nuansa yang berbeda.
“Merinding.” “Indah banget.” “Rasa haru perjuangannya berasa banget.” tulis sejumlah warganet.
Ada pula warganet yang menyebut penampilan tersebut sebagai cara menghadirkan kembali salah satu bagian sejarah Indonesia melalui musik.
Lagu “Indonesia Raya” sendiri pertama kali diperkenalkan W.R. Soepratman pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928.
Pada masa itu, lagu tersebut menjadi bagian dari momentum yang memperkuat semangat persatuan pemuda dari berbagai daerah.
Versi yang diperkenalkan WR Soepratman memiliki tiga stanza dengan lirik yang berbeda dari versi yang umum dinyanyikan saat ini.
Penampilan Antea mencoba menghadirkan kembali lagu tersebut berdasarkan versi awalnya, termasuk tiga bait dan aransemen yang merujuk pada periode awal penciptaannya.
Hal itu membuat publik tidak hanya mendengar sebuah lagu, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana “Indonesia Raya” pada masa awal diperkenalkan.
Hampir Satu Abad
Hampir satu abad setelah pertama kali berkumandang, karya monumental W.R. Soepratman itu pun ternyata masih mampu membangkitkan emosi masyarakat Indonesia saat ini.
Bagi warganet, penampilan Antea menjadi semacam perjalanan singkat ke masa ketika “Indonesia Raya” belum sekadar lagu kebangsaan, tetapi merupakan bagian dari perjuangan membangun identitas bangsa.
“Bukan sekadar lagu kebangsaan, melainkan a piece of Indonesian history yang dilestarikan melalui musik,” tulis salah satu warganet.
