Mabur.co – ‘Bentang Jawa’ bukan sekadar lomba balap sepeda biasa. Event ultra endurance sepanjang 1.500 kilometer ini memiliki elevasi melebihi ketinggian Gunung Everest, tanjakan panjang tanpa henti, jalan lurus tanpa ujung, plus brutalnya angin pantai selatan yang siap menguji mental setiap peserta.
Acara ini menuntut peserta bernavigasi mandiri dari Pantai Carita, Banten, hingga finis di Banyuwangi, Jawa Timur, dalam batas waktu 156 jam. Ajang ini dimulai pada Minggu, 16 Agustus 2026 dari Coconut Island, Carita (Banten) hingga finis di Banyuwangi (Jawa Timur), dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Pegiat Sepeda Ultra
Seorang pegiat sepeda ultra, Ferry Silviana Feronica, menuturkan, untuk menjaga ketahanan tubuhnya, melakukan pola latihan yang disiplin namun terukur. Dalam sepekan, berlatih konsisten hampir setiap hari.
“Hanya meliburkan diri pada hari Senin dan Jumat, serta mewajibkan satu sesi latihan jarak jauh di atas 100 kilometer,” ujarnya saat diwawancarai melalui Direct Message, akun Instagramnya, Selasa (18/8/2026).
Ferry menuturkan, tidak pusing soal manajemen waktu tidur yang biasanya sangat krusial di ajang ultra cycling. Mengusung gaya fleksibel, tidak repot dengan alokasi jam secara kaku dan tidur harus di penginapan.
“Saya mengalir saja. Kalau capek ya power nap seketemunya. Tidak check in hotel, alias mbambung. Saya tidak harus tidur proper, bisa di mana saja,” ujarnya.
Olahraga Ekstrem
Ferry menuturkan pula, di luar aspek teknis di atas pedal, perjalanan panjang seorang pegiat sepeda perempuan kerap dipandang sebelah mata. Sebagai seorang ibu dan istri, menyadari betul bahwa keterlibatannya di olahraga ekstrem ini tak lepas dari fondasi dukungan keluarga yang kuat.
“Saya berterima kasih dan tentu bersyukur punya keluarga yang selalu mendukung hobi saya,” tuturnya.
