Mabur.co – Sebanyak 81 seniman dari Yogyakarta dan sekitarnya memamerkan karya mereka dalam Pameran Seni Rupa “Merdeka dalam Perbedaan” yang digelar di Galeri Bale Gadeng, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Pameran yang berlangsung 15–30 Agustus 2026 ini menghadirkan beragam karya seni rupa, mulai dari lukisan, patung hingga karya dengan medium lainnya. Pameran digelar oleh Komunitas Sumber Art Community (SAC).
Tidak hanya menampilkan karya seniman secara umum, pameran ini juga memberikan ruang bagi pelukis berkebutuhan khusus untuk menunjukkan karya mereka kepada publik.
Pelukis Berkebutuhan Khusus
Dilansir situs resmi Pemkot Yogyakarta, Minggu (16/8/2026) salah satu seniman yang ikut tampil adalah Rizki, pelukis berkebutuhan khusus asal Semarang. Dalam pameran ini, Rizki menampilkan lukisan yang mengangkat Gedung Marba di kawasan Kota Lama Semarang sebagai objek karyanya.
Rizki mengaku senang mendapat kesempatan untuk ikut berpameran dan memperkenalkan karyanya kepada masyarakat.
“Saya senang bisa ikut pameran ini,” kata Rizki.
Perwakilan penyelenggara, Tazbir Abdullah, mengatakan keberagaman seniman menjadi bagian penting dalam pameran tersebut. Para peserta datang dengan latar belakang, pengalaman dan karakter karya yang berbeda.
“Pameran ini diikuti kurang lebih 81 seniman dari Yogyakarta dan berbagai kota lain di Indonesia. Karya yang ditampilkan beragam, ada lukisan, patung, dan karya seni rupa lainnya, termasuk dari kelompok pelukis berkebutuhan khusus,” jelas Tazbir.
Tema “Merdeka dalam Perbedaan” menjadi benang merah pameran. Perbedaan tidak ditempatkan sebagai batas, tetapi menjadi bagian dari kekayaan dalam berkesenian.
Pameran ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara seniman dan masyarakat. Pengunjung dapat melihat beragam perspektif yang dituangkan melalui karya dari seniman dengan latar belakang berbeda.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, semakin banyak ruang pamer akan semakin besar kesempatan seniman memperkenalkan sekaligus memasarkan karya mereka.
“Kami mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Ke depan, kami akan mencoba memfasilitasi untuk menghubungkan komunitas seni dengan beberapa hotel di Kota Yogyakarta sebagai ruang pameran,” ujar Wawan.
Menurutnya, perluasan ruang pamer dapat mempertemukan karya seniman dengan audiens yang lebih luas, termasuk wisatawan yang datang ke Yogyakarta.
“Harapannya audiens lebih luas, sehingga kemungkinan karya-karya ini untuk dibeli juga semakin besar,” katanya.
