Mabur.co – Ketika melihat kejadian atau sesuatu yang dianggap lucu atau menarik, biasanya seseorang akan langsung bereaksi dengan tertawa.
Namun jika kejadian (atau konten) yang ditonton itu ternyata lebih lucu dari perkiraan, atau semakin lucu seiring berjalannya durasi, intensitas tertawa juga biasanya akan ikut meningkat, atau sering disebut dengan “tertawa terpingkal-pingkal”.
Ketika seseorang sudah tertawa dengan terpingkal-pingkal, biasanya akan tercipta rasa sakit atau tegang pada bagian perut, atau bisa juga disebut “sakit perut” pada situasi tertentu.
Bahkan ada pula ungkapan “tertawa lepas sampai sakit perut”, yang cukup populer di kalangan pelawak, artis, atau stand up komedian.
Lalu, mengapa ekspresi tertawa lepas semacam itu bisa menghasilkan sakit perut? Apa yang salah dari luapan ekspresi itu? Apakah tertawa lepas atau terpingkal-pingkal sejatinya tidak diperbolehkan, karena justru menghasilkan rasa sakit seperti itu?
Dilansir dari laman Alodokter, Selasa (18/8/2026), berikut adalah fakta yang sebenarnya dari rasa sakit di perut saat tertawa terpingkal-pingkal tersebut.
Penyebab Rasa Sakit Perut Saat Tertawa Lepas
Saat seseorang tertawa lepas atau terpingkal-pingkal, terjadi proses kontraksi yang kuat pada otot perut dan diafragma., yang berasal dari udara yang berhembus secara beruntun dan cepat dalam satu waktu. Hal itu membuat otot sekitar perut harus bekerja lebih keras dari biasanya, untuk dapat menekan organ dalam.
Akibatnya, otot perut mengalami rasa kaku, nyeri, atau kram sementara, lantaran kontraksi secara konstan dalam waktu yang cukup singkat di bagian perut.
Secara teknis, saat seseorang tertawa lepas, otot diafragma yang membatasi dada dan perut akan bergerak naik dan turun dengan sangat cepat, guna menyeimbangkan hembusan udara yang keluar dari ekspresi tertawa tersebut.
Setelah itu, otot dinding perut akan ikut mengencang secara berlebihan dan terjadi terus-menerus tanpa henti, seiring dengan intensitas tertawa yang dilakukan oleh orang tersebut.
Kemudian, gerakan napas yang kuat dari hembusan udara saat tertawa, akan menekan organ pencernaan di dalam rongga perut, sehingga menghasilkan rasa sakit atau tidak nyaman untuk sementara waktu, selama intensitas tertawanya masih cukup tinggi, atau belum berhenti dalam kurun waktu tertentu.
Cara Mengatasi Rasa Sakit Perut Saat Tertawa Lepas
Tentunya tidak ada yang salah dengan ekspresi tertawa lepas atau terpingkal-pingkal, selama hal itu dilakukan di tempat yang benar, kepada orang yang benar (tidak merasa tersinggung dan semacamnya), serta dalam situasi yang benar (misalnya dalam pertunjukkan komedi atau stand up comedy), dan seterusnya.
Kabar baiknya adalah, situasi sakit perut saat tertawa lepas sebenarnya juga bisa diatasi, atau setidaknya diminimalisir, agar tidak terlalu menyakitkan atau memberatkan kepada orang tersebut saat sedang tertawa. Karena tertawa adalah luapan emosi atau ekspresi yang sangat lumrah dan umum di seluruh dunia, asalkan ditempatkan dalam situasi yang semestinya.
Bahkan bagi pertunjukkan komedi seperti stand up dan lain-lain, tertawa terpingkal-pingkal adalah senjata andalan yang sangat dibutuhkan. Karena itulah “bahan bakar” yang mampu menghidupkan suasana pertunjukan secara keseluruhan.
Lalu jika tertawa sedikit saja justru menghasilkan sakit perut, niscaya pertunjukan itu akan minim tertawa, yang pada akhirnya akan membuat pertunjukan itu jadi kurang menarik, tidak meriah, dan lain sebagainya.
1. Atur Napas Sebelum Tertawa Lepas
Secara medis, untuk bisa menghilangkan atau meminimalisir rasa sakit saat tertawa, Anda bisa menyiasatinya dengan mengatur napas terlebih dahulu.
Saat menyaksikan konten atau sesuatu yang dianggap sangat lucu dan menarik, Anda bisa menarik napas terlebih dahulu sebelum tertawa. Tariklah secara perlahan dan berkala, dan buanglah napas itu secara teratur dan rapi, agar otot-otot perut bisa lebih lemas (tidak tegang) saat luapan tertawa itu dieksekusi keluar dan disaksikan oleh orang lain.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Ketika Anda sudah menyadari bahwa konten yang Anda saksikan itu lucu dan sangat menarik, Anda bisa minum air putih secukupnya terlebih dahulu.
Mengkonsumsi air putih sebelum tertawa terpingkal-pingkal terbilang efektif membantu relaksasi tenggorokan dan rongga dada. Mengingat keduanya merupakan bagian tubuh yang bekerja sangat keras (berkontraksi) saat tertawa terpingkal-pingkal.
3. Istirahat Sejenak (Berhenti tertawa)
Jika dua cara di atas masih belum berhasil, atau luapan ekspresi tertawa itu masih tidak bisa ditahan begitu saja, maka tidak ada cara lain, selain menghentikan tertawa itu sesegera mungkin.
Karena mau tidak mau, proses tertawa terpingkal-pingkal pasti akan tetap mengorbankan rasa sakit di bagian perut. Semakin lama Anda tertawa lepas, maka semakin lama pula rasa sakit itu dirasakan di bagian perut.
Oleh karena itu, menghentikan tertawa (untuk sementara waktu) adalah pilihan paling bijak, untuk meminimalisir rasa sakit yang berkelanjutan dan sulit ditangani.
***
Rasa sakit pada perut saat tertawa terpingkal-pingkal memang bukan sebuah penyakit atau sesuatu yang patut dikhawatirkan secara berlebihan. Hanya saja, yang namanya sakit, apapun itu, pastilah tidak nyaman, dan tidak ingin dialami oleh siapa saja.
Bukannya tertawa lepas itu dilarang, tapi eksekusinya perlu sedikit lebih “cerdas” dari biasanya, agar tidak menjadi masalah baru dan berkepanjangan ke depannya.
Sehingga perlu siasat yang tepat dan teratur dari setiap orang, agar ekspresi tertawa tetap bisa dilakukan tanpa beban, namun juga tanpa masalah sama sekali, dan seterusnya. (*)
