Mabur.co- Baru-baru ini, ramai kasus pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan harus menunggu delapan jam untuk mendapat ruang rawat inap.
Kasus tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah dokter dan tenaga kesehatan melontarkan komentar bernada merendahkan terhadapnya di media sosial.
Pengaruh Emosional
Wakil Ketua Majelis Pengembangan Profesi Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mahesa Paranadipa menilai, komentar tidak berempati yang disampaikan sejumlah tenaga kesehatan bisa jadi dipengaruhi kelelahan emosional atau burnout.
Namun, menurut dia, penyebabnya tidak bisa disimpulkan secara sederhana.
Mahesa mengatakan, fenomena tersebut perlu diteliti lebih lanjut karena dilakukan oleh oknum lintas profesi kesehatan dan tidak hanya terjadi di satu tempat.
“Analisa awal mungkin bisa disebabkan karena tekanan psikologis, beban kerja, atau kondisi lain di tempat kerjanya. Kelelahan (burnout) secara emosional dan fisik yang tidak bisa dikendalikan (coping mechanism) bisa menimbulkan perilaku nirempati,” katanya dilansir Kompas.com, Jumat (7/8/2026).
Mahesa mengatakan, empati bukan sekadar persoalan karakter pribadi.
Dalam kondisi kelelahan yang berkepanjangan, kemampuan seseorang mengendalikan emosi dan merespons orang lain secara positif dapat ikut menurun.
“Bagi tenaga kesehatan, kondisi itu menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, mereka dituntut bekerja di bawah tekanan tinggi, menghadapi banyak pasien, serta mengambil keputusan medis dalam waktu cepat,” ucapnya.
