Manusia Robot, Zidan Attala Juara Bentang Jawa 2026, Taklukkan 1.500 Kilometer dalam 81 Jam

4 Min Read
Cyclist in black racing kit and helmet standing beside a black road bike outdoors on a sunny day.
Zidan Attala Nouval Hidayat. (Foto: Instagram @zidan_a534)

Mabur.co – Pembalap asal Sidoarjo, Zidan Attala Nouval Hidayat, menjadi juara Bentang Jawa 2026, ajang ultra cycling yang menempuh rute dari Carita, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Zidan secara luar biasa mampu menyelesaikan perjalanan sejauh sekitar 1.507 kilometer dengan total elevasi atau ketinggian mencapai sekitar 16.000–17.000 meter. 

Jika dihitung jarak itu tak hanya melebihi panjang pulau Jawa namun juga menanjak sejauh kurang lebih 2 kali Gunung Everest yang merupakan gedung tertinggi di dunia dengan elevasi 8.848 MDPL.

Pembalap yang kerap dijuluki Pemuda Palsu serta Manusia Robot itu sendiri mencapai garis finis di Taman Blambangan, Banyuwangi, sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (19/8/2026).

Dilansir akun Instagram resmi@bentangjawa catatan waktu Zidan mencapai 81 jam 39 menit atau sekitar 81,43 jam sejak start di Carita pada Minggu (16/8/2026) pukul 05.30 WIB.

Bugar Diwawancara

Setibanya di garis finis, Zidan disambut kekasih dan timnya. Meski baru menuntaskan perjalanan ribuan kilometer, ia masih terlihat bugar dan tersenyum saat diwawancarai tim Bentang Jawa.

Zidan sendiri bukan peserta baru dalam ajang ini. Tahun ini ia mengikuti ajang Bentang Jawa untuk yang ketiga kalinya.

Dikutip dari selalubersepeda.co pada Bentang Jawa 2024, Zidan finis di posisi kedua dengan waktu 3 hari 9 jam 54 menit atau sekitar 81,90 jam.

Setahun kemudian, ia kembali menjadi finisher pada Bentang Jawa 2025 dengan menempati posisi keempat. Catatan waktunya 3 hari 17 jam 29 menit atau sekitar 89,48 jam.

Performa Zidan Meningkat

Performa Zidan meningkat pada edisi 2026. Ia akhirnya merebut posisi pertama dengan catatan waktu 81,43 jam.

Namun, catatan tersebut belum menjadi rekor tercepat Bentang Jawa. Rekor masih dipegang Stephen Lane, yang menyelesaikan Bentang Jawa 2025 dalam waktu sekitar 77,28 jam.

Meski begitu dalam Bentang Jawa tahun 2026 ini, Zidan mampu mengungguli pesepeda asal luar negeri Adrien Liechti yang berada di posisi kedua. Ia juga unggul atas Berry Perdana Putra di posisi ketiga. 

Bentang Jawa 2026 sendiri memiliki rute 1.507 kilometer dimulai dari Avery Coconut Island Resort, Carita, pada Minggu pagi. Peserta kemudian melewati sejumlah titik penting hingga Banyuwangi.

Rute yang harus ditempuh antara lain Rancabuaya pada KM 455, Blitar pada KM 1.164, Bromo-Ranu Pani pada KM 1.283, hingga garis finis di Taman Blambangan pada KM 1.507.

Peserta juga menghadapi batas waktu di sejumlah check point. Di Rancabuaya, cut off ditetapkan Senin (17/8) pukul 22.00 WIB. Sementara check point Blitar memiliki batas waktu Kamis (20/8) pukul 23.59 WIB.

Di Bromo-Ranu Pani tidak diberlakukan cut off, tetapi peserta wajib melakukan check in dan mendapatkan stempel brevet sebagai bagian dari prosedur keselamatan.

Dengan jarak lebih dari 1.500 kilometer dan tanjakan yang mencapai belasan ribu meter, Bentang Jawa bukan sekadar lomba adu kecepatan.

Peserta harus mampu mengatur stamina, menentukan waktu istirahat, membaca navigasi dan mengambil keputusan sendiri selama perjalanan. Perubahan cuaca, kondisi jalan dan kelelahan menjadi tantangan yang harus dihadapi sepanjang rute.

Bagi Zidan, kemenangan 2026 menjadi puncak dari konsistensinya dalam tiga kali mengikuti Bentang Jawa. Setelah finis kedua pada 2024 dan keempat pada 2025, ia akhirnya berdiri sebagai finisher pertama Bentang Jawa 2026.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar