Sebaran Titik Api Karhutla Kalimantan di Google Maps Bikin Warganet Geger!

3 Min Read
Map of Indonesia with numerous red markers indicating wildfire hotspots across the archipelago; legend mentions estimated fire area and severe fires.
Peringatan kebakaran di Google Maps. (Foto: Google Maps)

Mabur.co – Sebaran titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mendadak menjadi perhatian warganet setelah muncul banyak tanda merah pada fitur pemantauan kebakaran di Google Maps.

Sejumlah pengguna media sosial X membagikan tangkapan layar peta yang menunjukkan titik bertanda kebakaran di berbagai wilayah. Banyaknya tanda tersebut membuat sebagian warganet khawatir karhutla sedang meluas. 

Dari pantauan Mabur.co, Kamis (20/8/2026), peringatan kebakaran di Google Maps sendiri nampak terlihat hampir di semua wilayah Indonesia.  Titik paling banyak memang terlihat di Pulau Kalimantan. 

Ratusan Titik Kebakaran

Ratusan titik kebakaran yang disimbolkan dengan warna lingkaran merah serta tulisan “kebakaran parah” terlihat hampir di semua wilayah Kalimantan. Mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Timur.

Tak hanya di Kalimantan, peringatan titik kebakaran juga terlihat di wilayah lain seperti Sumatra, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Titik kebakaran terlihat paling parah di wilayah Padang serta Merauke.

Fenomena itu juga menjadi perhatian karena terjadi di tengah musim kemarau. Kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta memicu munculnya kabut asap.

Salah satu pengguna X, @zeavibe, mengaku terkejut setelah mengecek langsung peta tersebut.

“Aku cek sendiri di google maps dan SYOK HAMPIR SELURUH KALIMANTAN KEBAKARAN,” tulisnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan pengguna lainnya. Mereka mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan dampaknya.

Meski demikian, tanda kebakaran yang muncul di Google Maps tidak dapat langsung dianggap sebagai jumlah pasti titik api atau hotspot di lapangan.

Google Maps memiliki fitur Wildfires yang menampilkan informasi mengenai kebakaran hutan berdasarkan data yang tersedia. Fitur tersebut dapat digunakan sebagai informasi awal untuk mengetahui wilayah yang terindikasi mengalami kebakaran.

Untuk mengeceknya, pengguna dapat membuka Google Maps, memilih menu Layers atau Lapis, kemudian memilih opsi Wildfires atau Kebakaran Hutan.

Bandingkan Data Resmi

Informasi dari peta digital sebaiknya tetap dibandingkan dengan data resmi sebelum menyimpulkan kondisi karhutla di suatu wilayah.

Masyarakat dapat memantau perkembangan kebakaran, kualitas udara, cuaca, dan potensi kekeringan melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga terkait.

Dengan begitu, viralnya peta titik kebakaran di media sosial tidak hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi karhutla selama musim kemarau.

TAGGED:
Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar