Pengamat Sebut Indonesia Harusnya Bisa Juara FIFA ASEAN Cup, Ini Alasannya

4 Min Read
Soccer match in progress: a player in red (number 11) kicks the ball while white-jersey opponents converge.
Dengan dukungan skuad terbaik (termasuk pemain diaspora yang bermain di Eropa), Indonesia pernah menaklukkan Vietnam dengan skor 1-0, saat bermain di Stadion GBK pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde 2 pada Maret 2024 lalu (Foto: ANTARA)

Mabur.co – Pengamat sepak bola senior, Rony Pangemanan, menganggap timnas Indonesia punya kans yang sangat besar, untuk menjuarai turnamen baru bernama FIFA ASEAN Cup 2026, yang akan dilangsungkan di Jakarta dan Bandung pada akhir September hingga awal Oktober mendatang.

Sebagai turnamen resmi di bawah naungan FIFA, pelatih John Herdman berpeluang membawa seluruh skuad terbaiknya, termasuk para pemain diaspora yang bermain di luar negeri.

Sebut saja Jay Idzes (Sassuolo, Italia), Calvin Verdonk (Lille, Prancis), Kevin Diks (Borussia Moenchengladbach, Jerman), Ole Romeny dan Justin Hubner (Fortuna Sittard, Belanda), Joey Pelupessy (Lommel SK, Belgia), Maarten Paes (Ajax Amsterdam, Belanda), dan masih banyak lagi.

Selain itu, di turnamen kali ini, Indonesia juga telah resmi didapuk sebagai tuan rumah. Artinya, Jay Idzes dan kawan-kawan akan didukung langsung oleh ribuan penggemar sepak bola Indonesia, yang menyaksikan langsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, layaknya ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu.

Dengan dua keuntungan itu, Bung Ropan, sapaan akrabnya, meyakini bahwa Indonesia sangat layak untuk menjuarai turnamen ini, sekaligus mengobati kekecewaan turnamen sebelumnya, yakni Piala AFF 2026, di mana John Herdman tidak sanggup membawa Indonesia keluar dari fase grup A, setelah hanya menempati peringkat ketiga di bawah Vietnam dan juga Singapura.

“Saya pikir nantinya ini akan berbeda (hasil yang diraih timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup ketimbang Piala AFF), karena sudah dibekali dengan skuad terbaik. Jadi saya pikir sangat keterlaluan, kalau sampai kita gagal lagi (jadi juara di regional Asia Tenggara). Karena kita sudah ditopang dengan dua hal yang sangat menguntungkan kita, (di antaranya) tuan rumah, dan materi kualitas pemain yang jauh dengan negara-negara ASEAN lainnya, itu harus diakui memang fakta.

Karena Vietnam pun waktu itu (di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ke-2) tidak bisa menjebol sebiji gol pun ke gawang kita, ketika ada Jay Idzes main di sana. Nah itu salah satu buktinya, di Jakarta 1-0, di Hanoi 0-3. Waktu itu saja belum ada pemain-pemain kayak Ole (Romeny), Joey (Pelupessy), Calvin Verdonk, dan lain-lain. Karena itu pasti akan beda lagi (hasilnya ketimbang Piala AFF 2026),” tandas Bung Ropan, seperti dilansir dari kanal YouTube Zona Sports, beberapa waktu lalu.

Potensi Line-Up Full Diaspora

Bung Ropan juga menantikan keputusan Coach John Herdman, apakah ia berani menampilkan sebelas pemain full diaspora sejak awal.

Karena selama ini, sejak era kepelatihan Shin Tae-yong sekalipun, susunan line-up timnas Garuda selalu disisipi oleh satu sampai tiga pemain lokal, dan belum pernah sama sekali memainkan full sebelas pemain diaspora, hingga turnamen Piala AFF lalu.

“Kalau mungkin kita bisa memaksimalkan line-up full diaspora (11 pemain yang tampil adalah pemain naturalisasi dari Eropa), nah itu yang kita tunggu. Selama ini kan kita belum pernah melihat hal tersebut. Palingan biasanya ada satu (pemain lokal), biasanya (Rizky) Ridho ada di situ, atau Dony (Tri Pamungkas), atau Beckham (Putra) yang ditampilkan. Tapi kalau sebelas (pemain inti sejak kick-off) itu adalah mereka (pemain diaspora) semua, itu yang ditunggu banyak orang, akan seperti apa (permainan) tim ini jika skenario itu bisa terjadi,” tambah Bung Ropan.

Bung Ropan bahkan berani menyebut bahwa John Herdman sebaiknya diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih timnas Indonesia, apabila masih tidak sanggup membawa Indonesia menjuarai turnamen baru ini, dengan bekal dua faktor yang sudah disebutkan di atas, dan seterusnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar