Mabur.co – Pembangunan jalan tol di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya wilayah ini memiliki jalan tol.
Proyek nasional ini dimulai melalui penandatanganan kontrak dan peletakan batu pertama (groundbreaking) Tol Jogja-Bawen pada 30 Maret 2022 di Sleman, serta pembangunan Tol Jogja-Solo yang berstatus sebagai Proyek Strategis Nasional.
Komisaris Perdagangan Malaysian External Trade Development Corporation (Matrade) Har Man Ahmad, menuturkan, Konglomerat Malaysia mengincar dua megaproyek di Indonesia.
Dua proyek besar tersebut adalah pengembangan kawasan Rebana Metropolitan di Jawa Barat dan pembangunan Tol Yogyakarta-Solo yang merupakan bagian dari Tol Trans-Jawa.
“Ada pun total nilai investasi terhadap mega proyek Indonesia ini juga tak sedikit, yakni mencapai Rp16,8 triliun – Rp23,6 triliun.
“Partisipasi perusahaan Malaysia masih dalam pembahasan dan akan segera diselesaikan,” katanya, dilansir, Free Malaysia Today, Senin (24/8/2026).
Perhatikan Situs Cagar Budaya
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, berharap pembangunan jalan tol di wilayah DI Yogyakarta ini dapat memahami dan memperhatikan situs-situs cagar budaya dan bangunan bersejarah yang ada di DI Yogyakarta.
Beberapa aspek historis yang dimaksud, meliputi makam, wilayah selokan Mataram dan bangunan bersejarah di sekitar dan luar lingkungan keraton.
“Adanya sumbu filosofi dan garis imajiner (melintasi DI Yogyakarta dari Gunung Merapi-Parangkusumo) agar dapat menjadi perhatian bagi semua pihak yang terlibat,” ucapnya dilansir Kompas.com.
