Mabur.co – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) berencana menggelar aksi unjuk rasa secara damai di Jakarta pada Kamis (27/8/2026), tepatnya di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, untuk meminta pihak legislatif segera mengesahkan Undang-undang Perampasan Aset dan juga hukuman mati bagi para koruptor.
AMPB pun menggelar penggalangan dana, untuk dapat mengakomodasi keberangkatan ke Jakarta, beserta kebutuhan logistik dan operasional lainnya. Semua itu demi mewujudkan dua aspirasi besar yang telah menjadi tuntutan rakyat sejak bertahun-tahun lamanya.
Akhirnya terkumpullah dana sebesar Rp 80,9 juta, yang merupakan gabungan dana pribadi milik koordinator AMPB, Supriyono, atau yang akrab disapa Botok, beserta uang donasi masyarakat dari berbagai daerah.
Namun sayangnya, dana yang disimpan di rekening Bank Mandiri milik Botok tersebut, justru diblokir langsung oleh pihak Bank Mandiri sendiri, dengan alasan bahwa mereka telah diperintahkan oleh aparat penegak hukum.
Mengetahui hal itu, Botok pun merasa tidak habis pikir, bahwa dana yang hanya Rp 80 juta sekian itu justru harus diblokir oleh pihak bank.
Berlebihan
Ia pun merasa ada kecurigaan yang cukup berlebihan dari aksi pemblokiran ini, seolah-olah negara merasa takut dengan rakyatnya sendiri, yang datang ke ibu kota dengan niat baik dan damai.
“Ya itu kurang tepat (pemblokiran dari Bank Mandiri oleh aparat penegak hukum), kan nominalnya cuman 80 juta (rupiah). Itu kan uang pribadi saya dan hasil donasi dari temen-temen saya. Padahal uang koruptor saja nyampe ratusan miliar, ini cuma Rp 80 juta masa mau diblokir, kan aneh. Masa negara itu takut sama kita (aktivis Pati). Curiganya saya pikir terlalu berlebihan,” tutur Supriyono alias Botok, sebelum bertolak ke Jakarta untuk menyiapkan agenda aksi, seperti dilansir dari laman Tribunnews, Minggu (23/8/2026).
Mewakili Aspirasi Rakyat
Botok pun kembali menegaskan keinginannya, untuk dapat menyampaikan dua aspirasi tadi secara damai dan kondusif, tanpa menimbulkan kerusuhan atau semacamnya. Sehingga hal itu semestinya tidak perlu dihalang-halangi oleh pihak-pihak tertentu, seperti melakukan pemblokiran rekening dan lain-lain.
“Saya harap kegiatan tanggal 27 Agustus itu berjalan lancar ya. Masyarakat Pati itu datang ke Jakarta untuk mendukung gerakan dari teman-teman di Jabodetabek dan lain-lain, dengan cara yang tertib, damai, aman, kondusif, dan seterusnya,” tambah Botok.
Botok dan kawan-kawan dari AMPB juga dikabarkan segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian maupun Bank Mandiri di Jakarta, agar dana Rp 80,9 juta itu bisa segera dicairkan, untuk kelancaran aksi pada hari Kamis mendatang. (*)
