Mabur.co.- Seorang warg bernama Bambang Setiawan (60) tewas dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, usai aksi demo Kamis (27/8/2026) malam.
Bambang, yang sehari-hari berjualan cermin, diketahui tewas usai diduga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal. Video yang diduga merupakan peristiwa pengeroyokan Bambang itupun viral di media sosial.
Pasca peristiwa itu, pihak Kepolisian mengungkap kronologi tewasnya Bambang. Dikutip Liputan6, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan petugas awalnya mendapat informasi bahwa ada kericuhan di kawasan Pejompongan.
Setelah kericuhan mereka polisi lantas menuju ke lokasi. Saat ditemukan korban diketahui ditemukan dalam kondisi pingsan. Polisi kemudian mengevakuasinya ke Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Mintohardjo.
Namun, setelah mendapat penanganan medis, Bambang dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Bambang kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati sekitar pukul 23.30 WIB untuk menjalani identifikasi dan visum.
Polisi juga telah bertemu keluarga korban dan mengajukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Namun, keluarga menolak dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.
Diduga Dikeroyok Kelompok Tak Dikenal
Keterangan berbeda disampaikan Ketua RT 02/RW 06 Bendungan Hilir, Aban Sobandi. Dikutip dari Tribun, Bambang diduga menjadi korban pengeroyokan kelompok tak dikenal saat keluar rumah untuk memantau situasi kericuhan.
Menurut Aban, kelompok tersebut sempat masuk ke kawasan permukiman dan menyisir wilayah dari arah flyover.
Warga sempat mengira mereka merupakan aparat kepolisian. Namun, kelompok tersebut justru melakukan intimidasi dan penganiayaan terhadap sejumlah orang, termasuk seorang pelajar yang kemudian harus mendapat perawatan medis.
Aban menegaskan warga di wilayahnya tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa maupun kericuhan.
Istri Bambang, Sudarsih, mengatakan suaminya sebenarnya telah menutup lapak cermin lebih awal karena situasi yang memanas. Bambang bahkan sempat mengantar tetangganya yang sakit ke RS Pelni.
Setelah situasi dianggap mulai mereda, Bambang kembali keluar rumah untuk melihat kondisi sekitar. Saat itulah ia diduga diseret dan dianiaya hingga mengalami luka parah.
Kasus kematian Bambang inipun menjadi perhatian publik secara luas. Hingg saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian yang menyebabkan Bambang meninggal dunia.
