Sandang Gelar Nomor 1 Dunia, Jonatan Christie Tersingkir Lebih Awal di Cina Masters

2 Min Read
Male badminton player in a black patterned jersey lunges to hit a shuttlecock on a colorfully lit court with sponsor banners in the background, during a match.
Pebulutangkis putra Indonesia Jonatan Christie. (Foto: Instagram@Jonatanchistie)

Mabur.co –  Meski menyandang status sebagai juara tunggal putra nomor satu dunia, Jonatan Christie tak sanggup berbicara banyak di Cina Masters 2026. 

Pebulutangkis andalan Indonesia itu bahkan harus tersingkir lebih awal setelah kalah dari wakil Hong Kong, Jason Gunawan di babak 16 besar.

Bertanding di Shenzhen Dayun Arena, Cina, Kamis (3/9/2026), Jonatan takluk dua gim langsung dengan skor 16-21, 16-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 45 menit.

Turnamen Pertama yang Diikuti Jonatan

Hasil ini menjadi kejutan karena Cina Masters merupakan turnamen pertama yang diikuti Jonatan setelah resmi menempati posisi teratas ranking dunia BWF.

Sebagaimana dilansir Antara, Jumat (4/9/2026), Jonatan sendiri resmi menempati peringkat satu dunia pada 25 Agustus 2026 dengan 87.631 poin, menggeser wakil Prancis Christo Popov yang mengoleksi 87.002 poin.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi sejarah bagi Indonesia. Pasalnya Jonatan menjadi tunggal putra Indonesia pertama yang menduduki peringkat satu dunia setelah Taufik Hidayat pada 2000.

Namun, status tersebut belum mampu mengantarkan Jonatan melewati Jason Gunawan.

Jonatan sebenarnya mengawali gim pertama dengan baik. Ia langsung unggul 2-0 dan memperlebar keunggulan menjadi 4-1.

Setelah memimpin 5-2, permainan Jonatan mulai tersendat. Jason memanfaatkan momentum untuk menyamakan kedudukan 5-5 sebelum berbalik unggul 8-5.

Jonatan kemudian berusaha mengejar. Skor sempat menjadi 12-13 dan Jonatan bahkan berbalik unggul 14-13.

Jason kembali menemukan ritme permainan. Ia mampu menjauh dan akhirnya merebut gim pertama 21-16 dalam 19 menit.

Memasuki gim kedua, persaingan kembali berlangsung ketat. Jonatan sempat tertinggal 1-3 dan 3-5 sebelum menyamakan skor menjadi 5-5.

Kedua pemain kemudian saling mengejar hingga 8-8. Jonatan mendapatkan momentum setelah merebut tiga poin beruntun dan unggul 11-8 saat interval.

Namun, Jason kembali bangkit. Ia memperkecil jarak menjadi 12-13 sebelum berbalik unggul 15-13.

Jonatan kesulitan membendung permainan Jason pada fase akhir pertandingan. Jason akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-16.

Kekalahan di Cina Masters menjadi awal yang sulit bagi Jonatan mempertahankan puncak ranking BWF. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri untuk membuktikan ia layak menyandang gelar pebulutangkis no 1 dunia tersebut.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar