Mabur.co – Sebagai orang terlama yang pernah memimpin Republik Indonesia selama 32 tahun (1966-1998), sosok Suharto tentu telah banyak memberikan sumbangsih nyata bagi kelangsungan bangsa Indonesia sampai hari ini.
Kendati telah berpulang pada awal 2008 lalu, nama Suharto tak akan pernah lekang dari catatan sejarah bangsa Indonesia. Termasuk soal jasa-jasanya bagi bangsa ini.
Segala bentuk pencapaiannya, baik di tingkat nasional maupun internasional, merupakan warisan yang sangat berharga bagi para penerusnya. Karena kita tinggal meneruskan apa yang sudah dibangun oleh Suharto sejak berpuluh-puluh tahun silam.
Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh generasi muda saat ini, untuk dapat meneruskan perjuangan “bapak pembangunan” ini di zaman yang serba canggih seperti sekarang?
Dilansir dari laman PT Suara Dewata Media, berikut adalah beberapa teladan dari Suharto yang masih bisa diteruskan oleh generasi muda, sekaligus melanjutkan perjuangan yang telah dirintis sejak zaman Orde Baru.
Pahlawan Nasional
Pada 10 November 2025 lalu, Suharto resmi menerima Anugerah Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto. Anugerah ini adalah pengakuan resmi negara terhadap jasa-jasa Suharto selama 32 tahun menjadi presiden di zaman Orde Baru.
Terlepas dari segala kontroversi di balik penganugerahan tersebut, sosok Suharto tetaplah pahlawan yang berjasa membawa bangsa Indonesia tetap tegak sampai dengan hari ini.
Sebagai generasi muda, tentu saja Anda juga bisa menjadi “pahlawan nasional” melalui bidang yang Anda geluti. Apalagi jika bidang itu berpotensi membawa nama Anda mendunia, sehingga Anda pun berjasa memperkenalkan Indonesia ke hadapan dunia internasional.
Salah satu contoh dalam konteks ini adalah atlet, pelajar yang berkompetisi di olimpiade, dan seterusnya.
Pembangunan Infrastruktur
Dengan status Suharto sebagai “bapak pembangunan” karena telah memimpin program pembangunan ekonomi dan infrastruktur secara besar-besaran di masa Orde Baru, hal itu bisa menjadi salah satu contoh bagaimana ia mampu menginisiasi suatu perubahan besar yang berdampak jangka panjang bagi bangsa dan negara.
Perubahan besar dan berdampak jangka panjang bagi generasi muda tidak harus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tapi juga bisa dilakukan melalui hal-hal sederhana.
Misalnya dengan rajin membuang sampah pada tempatnya, agar nantinya kebiasaan itu bisa ditiru oleh orang-orang lain di lingkungan sekitar Anda.
Hal itu menunjukkan bagaimana hal kecil yang dilakukan secara konsisten bisa berdampak positif secara jangka panjang bagi banyak orang.
Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat
Salah satu slogan yang begitu terkenal di rezim kepemimpinan Suharto adalah “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat”.
Slogan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran masyarakat melalui olahraga, sekaligus membudayakan kebiasaan olahraga dalam kehidupan sehari-hari, serta yang tidak kalah penting adalah menciptakan bibit atlet berkualitas demi kebanggaan nasional di panggung dunia, seperti olimpiade, piala dunia, dan seterusnya.
Meskipun slogan ini sudah ada sejak 1983 lalu sebagai bagian dari Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) yang diperingati setiap tanggal 9 September, namun slogan ini sejatinya masih tetap berlaku sampai hari ini. Karena kebiasaan berolahraga sampai kapan pun adalah sesuatu yang seharusnya menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari.
Tidak hanya kegiatan berolahraga yang dijadikan sebagai gaya hidup sehat, jenis olahraganya sendiri juga perlu disosialisasikan lebih lanjut, agar semakin banyak orang yang melakukannya.
Karena semakin banyak orang yang melakukan jenis olahraga yang sama tentunya akan semakin menyenangkan, sekaligus menyehatkan banyak orang. Seperti yang hari ini terjadi dengan olahraga padel.
Ekonomi Digital dan Menciptakan Kemandirian
Konsep swasembada pangan/ekonomi ternyata sudah ada sejak zaman Orde Baru era Suharto. Sekarang, swasembada jenis ini bisa diadaptasi dengan pengembangan ekosistem ekonomi berbasis digital, e-commerce, dan juga fintech.
Hal ini tentunya tidak mustahil untuk dilakukan, karena generasi muda Indonesia penuh dengan talenta-talenta terbaik di dunia digital, apalagi dengan luas wilayah yang begitu besar, menjadikan Indonesia dapat dengan mudah melaju sendirian sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara.
***
Kita tidak perlu meniru persis apa yang sudah dilakukan oleh Suharto di masa Orde Baru, apalagi harus ikut-ikutan jadi presiden (jika tidak memungkinkan). Tapi dengan segala bentuk kemajuan yang sudah ada saat ini, maka tidak sulit untuk meneruskan perjuangan panjang yang sudah dilakukannya, sehingga kita tinggal meneruskan dengan cara yang berbeda dan tentu saja lebih mudah. (*)



