Siger Jawa, Mahkota Pengantin Wanita yang Penuh Makna

2 Min Read
Ornate gold crown with intricate filigree resting on a dark base, surrounded by jewelry on burgundy fabric.
Siger Jawa menjadi daya tarik calon pengantin Jawa untuk menggunakannya. Meski terkesan tradisional namun penggunaan siger ini masih dikenakan mempelai wanita masa kini. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Siger Jawa menjadi daya tarik calon pengantin Jawa untuk menggunakannya, meski terkesan tradisional namun penggunaan siger ini masih dikenakan mempelai wanita masa kini.

Siger merupakan sebuah mahkota yang dikenakan oleh mempelai wanita saat menjadi seorang pengantin. Di Indonesia, penggunaan siger dapat dijumpai dalam prosesi pernikahan tradisional Jawa dan Sunda. Siger Jawa adalah mahkota yang dikenakan oleh mempelai wanita selama proses pernikahan berlangsung.

Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (9/9/2026), dalam budaya Jawa, siger memiliki makna yang dalam dan merupakan salah satu simbol penting dalam pernikahan adat.

Sejarahnya pun beragam, dan ada perbedaan dalam penggunaan siger antara model rias khas Solo dan Yogyakarta.  

Awalnya, mempelai wanita dari suku Jawa menggunakan asesoris cunduk menthol dan rangkaian bunga melati sebagai penutup sanggul rambut.

Akulturasi Siger

Namun, perkembangan zaman mengakibatkan akulturasi dan penggunaan siger menjadi lebih transparan sehingga bisa digunakan dalam pernikahan adat Jawa maupun Sunda.

Bukan hanya dalam acara pernikahan saja, ternyata siger Jawa juga dikenakan wanita saat acara kelahiran atau upacara keagamaan.

Memang, ini merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. Wanita yang mengenakan siger Jawa ini akan terlihat cantik dan anggun, karena siger yang menyerupai mahkota.

Mahkota Berukuran Rumit

Siger Jawa memiliki bentuk yang menyerupai mahkota dengan ukiran yang cukup rumit dengan hiasan bunga dan dedaunan. Bahannya juga beragam, biasanya terbuat dari logam dengan pilihan warna yang cerah seperti emas atau pun perak. Siger ini dibuat oleh tangan perajin yang terampil di bidangnya.

Makna penggunaan siger Jawa adalah melambangkan keanggunan, kesucian dan kekuasaan wanita Jawa pada zaman dahulu.

Penggunaan siger Jawa juga dilambangkan sebagai femininitas yang dimiliki oleh perempuan di mana perempuan harus dihormati dalam rumah tangga, dan sebagai tanda perempuan adalah ratu rumah tangga. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar