Spektakuler, Kisah Legenda Wanara Alas Roban Pukau Penonton Sendratari di Batang

2 Min Read
Nighttime aerial view of a circular stadium filled with spectators; performers on a brightly lit green and yellow field with fireworks overhead.
Pertunjukan sendratari Wanara Alas Roban di Amfiteater Helipad, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah. (Foto: Instagram)

Mabur.co – Meski selama ini kerap diidentikkan dengan beragam kisah misteri, Alas Roban ternyata menyimpan kisah legenda yang sarat makna dan nilai-nilai luhur.

Beberapa kisah itu di antaranya tentang sosok Wanara atau Manusia Kera Putih, hingga Ki Ageng Gringsing atau Ki Ageng Bahurekso, tokoh yang pertama kali membuka Alas Roban.

Sejumlah cerita rakyat serta legenda sejarah itulah yang diangkat ke panggung seni melalui Sendratari Wanara Alas Roban 2026.

Pertunjukan spektakuler yang menggabungkan tari, musik, teater dan cerita lokal ini digelar di kawasan Amfiteater Helipad, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, beberapa waktu lalu.

Tokoh Lokal Batang

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata, (Minggu (27/9/2026), sendratari Wanara Alas Roban mengangkat sosok legenda maupun tokoh lokal Batang sebagai bagian penting dalam cerita lokal Alas Roban.

Wanara atau Manusia Kera penghuni Alas Roban, digambarkan sebagai simbol kesetiaan terhadap tanah kelahiran, keberanian membela kebenaran, serta kepedulian terhadap alam. 

Pementasan Sendratari Wanara Alas Roban. (Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)

Sementara sosok Ki Ageng Gringsing merupakan ulama asal Cirebon yang pertama kali membuka Alas Roban, digambarkan sebagai sosok tangguh, gigih, dan berjiwa kesatria dalam menyebarkan ajaran Islam di Batang.

Melibatkan sekitar 500 seniman yang berasal dari berbagai sanggar kesenian di kawasan Jalur Pantura, pertunjukan Sendratari Wanara Alas Roban 2026 ini mendapat antusiasme luar biasa dari wisatawan. 

2.500 Pengunjung

Kementerian Pariwisata bahkan mencatat ada sekitar 2.500 orang hadir dalam gelaran tersebut. Sebanyak 2.400 pengunjung merupakan wisatawan domestik, sedangkan 100 lainnya berasal dari mancanegara.

Berlangsung sejak siang hingga malam, lewat kegiatan ini pengunjung tidak hanya diajak untuk mengenal kisah legenda dan sejarah asal-usul Kabupaten Batang, namun juga menikmati berbagai pertunjukan seni dan kegiatan lainnya.

Setelah pementasan selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan flashmob yang melibatkan pengunjung. Pertunjukan kemudian ditutup dengan pesta kembang api yang memukau di kawasan Industropolis Batang.

Adanya kegiatan berupa pertunjukan seni budaya ini tidak hanya mampu memberikan ruang bagi para seniman untuk berkreasi, namun juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian bagi warga sekitar. ***

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar