Jejak Sejarah Lingga dan Yoni, Gambarkan Kejantanan Pria dan Kesuburan Wanita

3 Min Read
Konsep Lingga dan Yoni memang menggambarkan kejantanan pria dan kesuburan wanita. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Dalam banyak situs purbakala dan artefak peninggalan leluhur Nusantara, terpatri jejak sejarah Lingga dan Yoni.

Konsep Lingga dan Yoni memang menggambarkan kejantanan pria dan kesuburan. Lingga adalah pilar (tiang) yang bercahaya, sedangkan Yoni adalah rahim bumi.

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa Lingga adalah penyimbolan alat kelamin pria, sedangkan Yoni adalah penyimbolan rahim.

Lingga menjadi simbol bagi kehidupan yang ada di semesta. Sedangkan Yoni apabila digabungkan dengan Lingga, maka akan menjadi sebuah “energi penciptaan”.

Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (27/9/2026), kisah bermula dari Dewa Siwa (Siva) yang pernah berkeliling di lereng Gunung Meru dengan keadaan telanjang tanpa selembar kain.

Ia melewati serombongan para resi (Rsi) yang tengah bertapa dan meditasi. Namun, para istri Rsi ternyata terpukau dengan ketampanan dan kegagahan Siva. Hasilnya, mereka semuanya jatuh ke pelukan Siva dan kehilangan keperawanan.

Hal itu membuat para Rsi menjadi marah, apalagi ketika melihat para wanita justru mengikuti apa yang dilakukan Siva. Para wanita ini berjalan berkeliling lereng Gunung Meru tanpa sehelai kain. 

Para Resi Lempar Kutukan ke Siva

Kemarahan itu membuat para Resi melempar kutukan ke Siva. Mereka berseru agar Lingga (alat kelamin) milik Siva terjatuh. Yah, kutukan itu terbukti, dan alat kelamin Siva alias Lingga benar-benar terjatuh.

Tapi ketika Lingga milik Siva terjatuh, tanah pun terbelah. Hingga Lingga Siva terus jatuh ke dalam bumi. Sedikit lagi mencapai inti bumi, maka bumi akan benar-benar terbelah.

Beruntung sebelum mencapai inti bumi, Yoni (vagina) milik Parvati (pasangan sakti) dari Siva menerimanya. Penyatuan antara Lingga dan Yoni itu menyelamatkan bumi dari kehancuran.

Siva juga menjadi marah karena kutukan itu. Karena Siva dikenal sebagai dewa penghancur, maka para dewa yang lainnya ikut campur agar Siva tidak marah. Apabila Siva menjadi marah, maka bumi bisa berguncang hebat. 

Para dewa turun ke bumi, mereka meminta manusia untuk menghormati kejadian penyatuan Lingga Yoni tersebut serta memujanya. Hal itulah yang kemudian disanggupi manusia, agar terhindar dari bencana yang bisa dibuat Siva. 

Lingga Yoni merupakan perwujudan kesuburan, penciptaan semesta, serta kejantanan. Di India misalnya, pemujaan terhadap Dewa Siwa yang disimbolkan dengan bentuk alat kelamin lelaki masih sering ditemukan.

Energi Penciptaan Alam Semesta

Meskipun hal tersebut jarang ditemukan di Indonesia. Karena bagi pemeluk aliran Shivaisme (siwaisme), Lingga Yoni memang bukan menggambarkan seks, tetap energi penciptaan alam semesta.

Sedangkan di Indonesia, candi yang dibangun khusus untuk pemujaan Dewa Siwa adalah Candi Sukuh. Seperti dipaparkan dalam situs Cagar Budaya Kemdikbud RI, bahwa candi ini sangat erat dengan tokoh Bhima, yang merupakan penghubung antara manusia dengan Dewa Siwa.

Di dalam Candi Sukuh, reliefnya dipenuhi oleh simbol-simbol seks yang terkait dengan Lingga Yoni. Bila di candi-candi lain juga ada simbol Lingga Yoni, namun digambarkan lebih halus dan simbolik. Di Candi Sukuh, penggambarannya lebih kentara dan menonjol.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar