Kebakaran Landa Toko Hamzah Batik Malioboro, Penyebab Kebakaran dalam Penyelidikan

8 Min Read
Suasana di depan Hamzah Batik saat proses olah TKP. (Foto: Setiaky A Kusuma)


Mabur.co – Di tengah hiruk pikuk Malioboro, Yogyakarta, berdiri sebuah bangunan megah yang menyimpan kekayaan budaya dan sejarah, yakni Hamzah Batik.

Bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, tempat ini bukan sekadar toko batik biasa. Dulu dikenal sebagai Mirota Batik, tempat ini telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang ikonik di Yogyakarta.

Awalnya, tempat ini berdiri dengan nama Mirota Batik, yang merupakan bagian dari jaringan usaha “Mirota” milik keluarga Hamzah Sulaiman, seorang pengusaha yang juga dikenal sebagai pelestari budaya Jawa.

Sejarah Mirota Batik

Nama “Mirota” sendiri merupakan singkatan dari “Minuman, Roti, dan Tart”, yang merujuk pada usaha awal keluarga tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu, fokus bisnis bergeser ke sektor batik dan kerajinan tangan, hingga akhirnya berubah nama menjadi Hamzah Batik sebagai bentuk penghormatan pada sosok Hamzah Sulaiman itu sendiri.

Lahir pada 7 Januari 1950. Hamzah adalah anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Tini Yuniarti dan Hendro Sutikno.

Orang tua Hamzah merupakan pendiri Grup Mirota, perusahaan retail terkemuka di Yogyakarta. Hamzah sempat tercatat sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meskipun tidak lulus dan akhirnya menamatkan kuliah di Universitas Sanata Dharma.

Pada 1970, Hamzah bekerja di kapal pesiar sebagai pelayan. Hamzah muda juga sempat berkarier di Amerika Serikat selama tiga tahun hingga kemudian ia harus pulang ke tanah air untuk merawat ayahnya yang sakit.

Bersama kakak-kakaknya, Hamzah meneruskan usaha keluarga dengan membuka toko pusat oleh-oleh batik bernama Mirota Batik tersebut pada 1979.

Ganti Nama Hamzah Batik

Saat ini, Mirota Batik telah berganti nama menjadi Hamzah Batik. Hamzah juga dikenal sebagai seniman, termasuk ikut berakting dalam acara komedi di televisi lokal.

Di acara itu, ia berperan sebagai seorang wanita Jawa bernama Raminten. Dari perannya itulah, kemudian tercetus ide untuk membuat usaha baru yang dinamakan “The House of Raminten” pada 26 desember 2008.  

Dengan mengandalkan modal dan kerja keras,  juga diperlukan strategi dan kreativitas dalam memasarkan produk batik tersebut, akhirnya Hamzah Batik bisa berdiri tegak seperti sekarang.

Itulah yang dilakukan Hamzah Sulaiman, ia juga dikenal sebagai jaringan ritel legendaris di Yogyakarta. Peritel ini antara lain dikenal sebagai penyedia batik, kerajinan kayu, perak, tas laptop bermotif batik, dekorasi rumah, sepatu atau sandal, topi, tikar, asbak, minyak aroma terapi, dupa, hingga makanan ringan.

Sebagai toko batik, suvenir dan kerajinan, Hamzah Batik menjadi salah satu tempat favorit belanja wisatawan yang berlibur di Yogyakarta.

Kebakaran

Toko Hamzah Batik di Jalan Margo Mulyo, kawasan Malioboro, Yogyakarta, terbakar pada Senin (28/9/2026) dini hari WIB.

Api membesar setelah sejumlah saksi mendengar suara letupan dari lantai tiga bangunan. Kebakaran diketahui oleh warga sekitar terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat itu, sejumlah saksi yang berada di lantai tiga mendengar suara letupan sebelum melihat api muncul dari ruang dapur.

Salah seorang saksi mata, Sigit, mengatakan api dengan cepat membesar dan disertai kepulan asap hitam pekat yang keluar dari jendela bangunan.

“Pertama dengar suara ledakan seperti ‘dak-dak’, terus keluar asap hitam pekat dari jendela. Saya bangunkan satpam yang tidur, kemudian hubungi damkar (pemadam kebakaran),” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, mengatakan, saksi mendengar suara letupan sebelum mengetahui adanya kobaran api.

“Saksi mendengar suara letupan benda yang terbakar. Selanjutnya saksi mengecek dan melihat api di ruang dapur lantai tiga,” katanya. 

Dani mengatakan, saksi kemudian memberi tahu petugas keamanan yang berada di lokasi. Upaya awal dilakukan dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi kobaran api terus membesar sehingga penanganan kemudian membutuhkan bantuan petugas pemadam kebakaran.

“Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari dan berlangsung di salah satu titik aktivitas ekonomi serta wisata di kawasan Malioboro. Sejumlah petugas kemudian bergerak untuk mengamankan lokasi sekaligus melakukan pemadaman,” ucapnya.

Dani mengatakan, besarnya kobaran api membuat proses pemadaman melibatkan sejumlah armada. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta.

Selain armada damkar, satu unit water cannon milik Polresta Jogja serta satu truk pemadam kebakaran milik TNI turut membantu proses penanganan.

Petugas gabungan dari Damkarmat Kota Jogja, Polsek Gondomanan, dan tim medis PSC 119 Kota Jogja juga berada di lokasi untuk mendukung proses penanganan. 

Pengerahan banyak armada dilakukan agar api yang semakin membesar dapat segera dikendalikan. Setelah bekerja selama beberapa jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” imbuhnya.

Dani menjelaskan, tahapan pendinginan menjadi bagian penting setelah api berhasil dikendalikan. Petugas memastikan area yang terbakar tidak lagi menyimpan titik panas yang dapat memicu munculnya api kembali.

Tak Ada Korban Jiwa

Di tengah kebakaran yang melanda bangunan tersebut, polisi memastikan tidak ada korban jiwa. Sementara itu, besaran kerugian material belum dapat dipastikan karena masih dalam proses pendataan.

“Penyebab kebakaran juga belum dapat disimpulkan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal api serta faktor yang menyebabkan kobaran cepat membesar,” ucapnya.

Pasca-kebakaran yang melanda toko oleh-oleh Hamzah Batik Malioboro pada Senin (28/9/2026) dini hari, pihak manajemen Hamzah Batik Malioboto menyampaikan pernyataan resmi.

Pernyataan resmi tersebut diunggah melalui akun IG Hamzah Batik Malioboro. Berikut pernyataan resmi di akun @hamzahbatikofficial: 

Dengan penuh keprihatinan, kami menyampaikan bahwa telah terjadi musibah kebakaran di Hamzah Batik Malioboro.

Puji syukur, dalam musibah ini tidak terdapat korban jiwa. Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses penanganan dan pemadaman api, khususnya kepada petugas pemadam kebakaran, aparat, tim terkait, serta masyarakat yang turut memberikan bantuan dan dukungan di lapangan.

Atas kondisi yang terjadi, untuk sementara waktu operasional Hamzah Batik Malioboro ditutup hingga batas waktu yang belum dapat kami tentukan. Seluruh event, pertunjukan harian maupun bulanan, serta agenda kegiatan lainnya juga ditiadakan sementara waktu hingga kondisi memungkinkan.

Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan, peserta kegiatan, vendor, mitra, pengisi acara, komunitas, serta seluruh pihak yang telah terlibat dan mempersiapkan berbagai agenda bersama Hamzah Batik.

Kami memahami bahwa di balik setiap agenda terdapat waktu, tenaga, dan persiapan dari banyak pihak. Atas pembatalan dan ketidaknyamanan yang terjadi, kami memohon pengertian dari seluruh pihak. Kepada seluruh keluarga besar Hamzah Batik, tetaplah kuat.

Kita mungkin sedang menghadapi masa yang berat, tetapi kita tidak menghadapinya sendirian. Kita akan saling menguatkan dan bersama-sama mencari jalan untuk bangkit. Hamzah Batik bukan hanya tentang sebuah tempat, tetapi tentang orang-orang yang selama ini bekerja, berkarya, dan bersama-sama menjaga budaya.

Mohon doa dari seluruh masyarakat dan Konco Hamzah Batik, semoga kondisi segera membaik dan kami diberikan kekuatan untuk melewati masa ini. Terima kasih atas doa, dukungan, bantuan, dan pengertian yang telah diberikan kepada Hamzah Batik.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar