Pengaruhi Nasib Anak, Inilah Waktu Larangan Bercinta dalam Tradisi Jawa

3 Min Read
Ilustrasi. Lukisan Herjaka HS (Foto: herjaka.com)

Mabur.co – Dalam dunia kedokteran modern, pagi hari merupakan waktu paling baik untuk bercinta, karena di saat itulah hormon testosteron pada pria dan wanita mencapai puncaknya.

Namun bagi masyarakat Jawa, waktu bercinta paling baik tidak hanya ditentukan oleh faktor fisik atau kondisi psikologis saja. 

Masyarakat Jawa ternyata punya cara tersendiri untuk menentukan kapan waktu paling istimewa untuk bercinta bersama pasangan. 

Mereka bahkan sampai menghitungnya secara rinci kapan harus bercinta dan kapan harus menahannya.

Petung Jawa

Sistem perhitungan tradisional ini disebut dengan petung Jawa. Ilmu ini kerap dipakai orang Jawa untuk menghitung atau menentukan berbagai hal dalam kehidupan. 

Mulai dari melihat watak seseorang, menentukan jodoh, menentukan hari pernikahan, bercocok tanam, membangun rumah, hingga menentukan waktu berhubungan badan atau bercinta.

Bagi masyarakat Jawa, perhitungan waktu saat berhubungan intim sangat penting karena dipercaya akan memengaruhi kehidupan dan nasib sang anak yang kelak dilahirkan.

Kepercayaan tersebut menyebut, ada sejumlah waktu yang dianggap kurang baik atau waktu nahas untuk melakukan hubungan suami istri.

Dilansir dari akun Instagram pelopor.books, Minggu (4/10/2026), kepercayaan itu merujuk pada buku karya Otto Sukatno CR berjudul “Seks Para Pangeran: Tradisi dan Ritualisasi Hedonisme Jawa” yang diterbitkan Bentang Budaya Yogyakarta pada 2002.

Dalam petung Jawa, kelahiran seorang bayi dipercaya tidak terlepas dari momen sakral pertemuan benih laki-laki dan perempuan terjadi. Karena itu, waktu terjadinya hubungan pasangan suami istri sangat diperhitungkan.

14 Waktu Terlarang

Setidaknya terdapat 14 waktu yang dianggap terlarang dan harus dihindari untuk melakukan kegiatan bercinta atau berhubungan suami istri. Baik itu pagi, siang, maupun malam hari di setiap harinya.

Jika waktu bercinta ini dilanggar, sebagian masyarakat Jawa bahkan percaya hal tersebut akan dapat membawa pengaruh buruk terhadap kehidupan dan nasib sang anak yang lahir nantinya.

Meski merupakan bagian dari kepercayaan atau tradisi, hal ini memperlihatkan kuatnya pandangan masyarakat Jawa terhadap setiap aktivitas kehidupan. Dimana setiap hal memiliki waktu tertentu yang dianggap baik, kurang baik, atau perlu dihindari.

Lalu kapankah waktu-waktu yang dilarang untuk bercinta dalam tradisi masyarakat Jawa? Berikut adalah daftarnya:

  • Minggu: pukul 10.00-11.00 dan 17.00-18.00.
  • Senin: pukul 08.00-09.00 dan 15.00-16.00.
  • Selasa: pukul 06.00-07.00 dan 13.00-14.00.
  • Rabu: pukul 12.00-13.00 dan 17.00-18.00.
  • Kamis: pukul 10.00-11.00 dan 15.00-16.00.
  • Jumat: pukul 08.00-09.00 dan 13.00-14.00.
  • Sabtu: pukul 06.00-07.00 dan 11.00-12.00.
Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar