Mabur.co – Kabar duka datang dari dunia bisnis dan kecantikan Indonesia. Martha Tilaar pendiri Martha Tilaar Group sekaligus salah satu pelopor industri kosmetik lokal, meninggal dunia, Rabu (14/10/2026), di usia 89 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh keluarga besar Martha Tilaar Group melalui pernyataan resmi yang diunggah di Instagram.
“REST IN PEACE. Dengan duka cita yang mendalam, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan kabar berpulangnya DR. (H.C) Martha Tilaar, Founder Martha Tilaar Group, pada hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026,” tulis pernyataan tersebut, dikutip dari laman Instagram @martha_tilaar, Rabu (14/10/2026).
Sementara itu, anak kandung terakhir mendiang Martha Tilaar, Dr. Kilala Tilaar menuturkan, mohon doa supaya ibu bisa damai di sisi Tuhan.
“Ibu mungkin sakit, udah seminggu terakhir. Sebetulnya sakitnya ringan aja, flu aja, tapi hari ini beliau berpulang di tidur beliau,” katanya dilansir antaranews, Rabu (14/10/2026).
Kilala menyebut, kepergian sang ibu, Martha Tilaar, menjadi kehilangan yang berat bagi dirinya dan anggota keluarga lainnya, maupun industri kecantikan Tanah Air.
Meski demikian, ia menilai sang ibunda telah berpulang dengan indah.
“Tapi yang pasti, Indonesia juga kehilangan tokoh pionir beauty, pionir brand-brand lokal yang dari dulu memang digaungkan oleh Ibu Martha Tilaar. Jadi saya rasa enggak hanya kita (keluarga) aja kali ya yang kehilangan, tapi banyak mungkin industri beauty juga akan kehilangan,” tuturnya.
Sempat di Rumah Sakit
Kilala menuturkan pula, mendiang ibunya sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar delapan hingga sembilan hari sebelum meninggal dunia.
“Dan dari penyakitnya asma udah hampir selesai, tapi apa ada seperti pendarahan itu. Memang sudah pernah terjadi satu setengah tahun yang lalu. Lalu ditransfusi darah dan sebagainya ya memang udah mau balik ke rumah Bapa di Surga,” tutur Bryan.
Selengkapnya, mendiang Dr. (HC) Martha Tilaar mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (14/10) pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta.
Jenazah akan dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.
Martha Tilaar lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Ia menempuh pendidikan ilmu sejarah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.
Pada 1984, pemilik nama lengkap Martha Handana ini memperoleh gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) dari World University Tucson, Arizona, Amerika Serikat. Perjalanan pendidikannya menjadi salah satu bekal dalam mengembangkan usaha kecantikan yang kemudian membesarkan namanya.
Bisnis Bermula dari Garasi Rumah
Perjalanan bisnis Martha Tilaar dimulai pada 1970 ketika ia membuka salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Usaha sederhana tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Martha Tilaar Group.
Dua tahun kemudian, Martha membuka Martha Griya Salon. Di tempat inilah ia mulai mengembangkan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal, yang kemudian menjadi salah satu ciri khas bisnisnya.
Pada 1977, Martha bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Pada tahun yang sama, perusahaan tersebut meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern.
Produk Sariayu, Kecintaan Tradisi Indonesia
Dilansir dari laman Sariayu, salah satu warisan terbesar Martha Tilaar adalah Sariayu. Didirikan pada 1977, brand ini lahir dari kecintaan Martha terhadap budaya dan tradisi Indonesia.
Ia bahkan melakukan riset terhadap manuskrip kuno dari Keraton Yogyakarta untuk mempelajari bagaimana perempuan ningrat Jawa merawat kecantikan mereka.
Dalam prosesnya, Martha juga melibatkan ahli antropologi untuk memahami nilai sejarah dan budaya yang melandasi konsep kecantikan Timur.
Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam produk kecantikan yang lebih sesuai dengan kehidupan perempuan modern.
Bagi Martha, tradisi bukan berarti mempertahankan sesuatu dalam bentuk yang sama selamanya. Riset, bahan alami, pemahaman pasar, serta inovasi justru menjadi bagian penting agar warisan tersebut dapat terus berkembang.
Prinsip itu terlihat dari bagaimana Sariayu secara konsisten mengeksplorasi kekayaan budaya dan alam Indonesia.
Sejak 1987, misalnya, Sariayu menghadirkan tren warna yang berbeda setiap tahun dengan inspirasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Tradisi dan kekayaan lokal pun tidak sekadar menjadi ornamen, melainkan sumber inspirasi untuk menciptakan produk yang relevan dengan zamannya.
Salah satu ciri khas kiprah Martha Tilaar adalah upayanya mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia ke dalam industri kecantikan.
Terinspirasi Keragaman Budaya Nusantara
Melalui Sariayu, Martha memperkenalkan produk kecantikan yang terinspirasi dari tradisi, tanaman herbal, dan keragaman budaya Nusantara. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari identitas merek sekaligus memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada konsumen.
Selain mengembangkan produk, Martha juga berkontribusi dalam pendidikan kecantikan melalui Puspita Martha International School.
Terdapat beberapa program pendidikan yang dimiliki oleh Puspita Martha di antaranya adalah School of Make Up, School of Hairdressing dan School of Beauty Aesthetics and Spa. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia di bidang kecantikan profesional.
Sepanjang perjalanan kariernya, Martha Tilaar menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di bidang usaha, inovasi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu penghargaan yang diterimanya adalah Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Indonesia pada 2016.
Ia juga memperoleh penghargaan Women Entrepreneur of the Year dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards pada 2008 serta pengakuan dari United Nations Global Compact atas kontribusinya dalam mendukung prinsip keberlanjutan.
Martha Tilaar dikenal bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai tokoh yang berupaya mengembangkan industri kecantikan dengan memanfaatkan kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Bisnis yang dirintis dari sebuah salon kecil berkembang menjadi kelompok usaha yang mencakup produksi kosmetik, pendidikan kecantikan, hingga layanan spa dan salon. Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah pertumbuhan industri kecantikan lokal.
Kepergian Martha Tilaar juga kembali mengingatkan publik pada kisah cintanya bersama sang suami, H.A.R. Tilaar, yang meninggal dunia pada 30 Oktober 2019 dalam usia 87 tahun.
Kisah cinta keduanya kerap disandingkan dengan perjalanan cinta B.J. Habibie dan Ainun. Tak hanya bertahan hingga puluhan tahun, hubungan Martha dan H.A.R. Tilaar juga diwarnai berbagai perjuangan yang memperkuat ikatan mereka.
Martha Tilaar dan H.A.R. Tilaar menikah pada 12 Januari 1964. Namun, baru delapan bulan membina rumah tangga, Martha harus menjalani pernikahan jarak jauh atau long distance marriage (LDM) lantaran sang suami mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.
Setelah akhirnya menyusul suami ke negeri Paman Sam, Martha kembali menghadapi ujian dalam kehidupan rumah tangganya. Ia dan H.A.R. Tilaar harus bersabar ketika mendapati bahwa mereka mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan.
Martha sempat divonis sulit memiliki anak, yang dalam sejumlah pemberitaan dikaitkan dengan kebiasaannya mengonsumsi pil KB. Setelah menanti selama 16 tahun, pasangan ini akhirnya dikaruniai anak pertama mereka, Wulan Tilaar. ***
