Mabur.co – Irung Petruk menjadi tikungan legendaris pada jalur jalan Yogya-Wonosari pada zaman dulu.
Tikungan U-turn dengan jari-jari tikungan sekira 25 meter ini dahulu sering menjadi salah satu penanda tempat ikonik sewaktu naik motor atau naik bis ke Yogyakarta atau sebaliknya saat ke Wonosari.
Dahulu juga menjadi tikungan uji nyali anak-anak muda yang naik motor. Bisa ngebut menikung di Irung Petruk artinya lihai naik motor.
Kelokan Irung Petruk berada di Dusun Karangsari, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk.
Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (15/10/2026), sebelum 2005, tikungan ini populer sebagai salah satu yang paling ekstrem di ruas Wonosari–Yogyakarta, berupa belokan tajam 180 derajat yang menikung ke kiri dari arah Wonosari.
Sejak Zaman Kolonial
Sisi kiri jalan berupa lahan pertanian 1-2 meter lebih rendah, sementara sisi kanan lebih tinggi. Jalan ini sudah ada sejak zaman kolonial.
Jalan ini mirip dagu, lalu tikungan panjang mirip hidung.
Menyerupai Kepala Tokoh Wayang Petruk
Dilihat dari atas, bentuk ini menyerupai kepala tokoh wayang petruk dengan menghadap utara dan kepala di sisi timur.
Kelokan ini sekarang dipotong jembatan sekitar 100 meter yang dibangun pada 2005 lewat program normalisasi jalan Wonosari-Yogyakarta.
Jaraknya sekitar 200 meter dari titik tikungan. Jembatan ini juga diberi nama Irung Petruk atas kesepakatan pelaksanaan proyek pemerintah dan masukan warga.
