Mabur.co – Seekor babi hutan atau celeng berbobot sekitar 90 kilogram ditembak mati setelah nyelonong masuk ke Masjid Agung An Nur, Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Daging celeng tersebut kemudian dipotong-potong dan dibagikan kepada warga untuk dimasak. Peristiwa tersebut menarik perhatian warga sekitar.
Bahkan video amatir yang merekam kejadian itu beredar di media sosial dan menjadi perbincangan warganet.
Dalam video tersebut, seekor babi hutan tampak berjalan di atas lantai masjid. Sejumlah warga terlihat berada di sekitar lokasi dan mengamati pergerakan hewan liar tersebut. Kemunculan babi hutan di dalam tempat ibadah itu sontak membuat warga penasaran sekaligus takut.
Warga Cari Senapan
Warga kemudian berdatangan untuk melihat langsung kejadian yang tidak biasa tersebut. Dalam rekaman video terdengar percakapan warga yang berusaha mencari senapan.
“Nyileh bedil a (pinjam senapan a),” kata salah seorang warga dalam rekaman.
Sementara itu, salah seorang warga, Kiswanto (44), mengatakan, awalnya mendengar suara benturan keras. Ia mengira suara tersebut berasal dari anaknya.
“Saya sedang di rumah tiba-tiba mendengar suara ‘jedor’. Saya keluar, saya kira anak saya. Terus ada tetangga bilang bahwa ada celeng masuk masjid,” katanya dilansir detik jateng, Jumat (23/10/2026).
Kiswanto, menuturkan, meminta bantuan seseorang yang memiliki senapan untuk menembak babi tersebut.
Jika Ditangkap Tanpa Senjata Berisiko
Opsi menembak babi itu dilakukan karena menilai penangkapan secara manual terlalu berisiko mengingat ukuran hewan liar itu sangat besar.
“Masalahnya ukuran babinya kan besar, ya babi 90-an kilogram. Jadi kalau ditangkap secara manual kan tidak mumpuni. Jadi berinisiatif untuk pakai senapan,” ujarnya.
Menurut Kiswanto, babi tersebut kemudian ditembak satu kali di bagian kepala dari jarak sekitar 20 meter. Setelah terkena tembakan, hewan itu langsung ambruk dan mati.
“Setelah ditembak babinya langsung mati. Akhirnya dibawa teman-teman ke luar,” imbuhnya.
Kiswanto mengatakan, setelah itu, daging babi tersebut dipotong-potong dan dibagikan kepada warga untuk dimasak.
“Daging dibagi-bagikan ke warga. Dibagikan mentah, dimasak sendiri-sendiri. Yang menembak dikasih daging mentah. Intinya dibuat pestalah,” jelasnya. ***
