Mabur.co – Bangkel RT.03, Srimulyo, Piyungan. Minggu sore 1 November 2026, pukul 16.00 WIB, kabut tipis turun di persawahan. Dari KATH Idea Space, ada pamphlet kecil bertuliskan the Space-Maker Art Exhibition bertemakan “Ruang”. Jangan lupa, begitu pesan yang dikirim panitia.
Ini bukan pameran di white cube hotel bintang lima. Ini kula nuwun. Begitu kata rilis mereka: “Pameran The Space-Makers: Ruang merupakan bentuk kula nuwun sekaligus penghormatan kepada para seniman dan pengelola ruang seni yang telah berkontribusi dalam perkembangan seni rupa di Yogyakarta dan sekitarnya.”
Dari Nitiprayan ke Piyungan
Di hadapan kurang lebih 200-an pengunjung apresian pameran seni rupa, pameran ini dibuka oleh Heri Pemad. Nama yang tidak asing. Heriyanto, yang lebih dikenal dengan nama Heri Pemad (lahir 12 April 1976), adalah seorang manajer seni dan kurator seni rupa asal Indonesia.
Ia merupakan pendiri ARTJOG, festival seni rupa kontemporer tahunan yang diselenggarakan di Yogyakarta. Kalau ARTJOG adalah Lebaran seni rupa dengan 100 ribu pengunjung, maka KATH Idea Space adalah dapur kecilnya. Heri Pemad yang dulu jadi kurir undangan pameran demi kenal seniman, kini membuka ruang di Piyungan.

Dari Nitiprayan ke Piyungan, dari Jogja National Museum ke Bangkel. Itu etnografi ruang: seniman butuh ruang, bukan hanya gedung. Naskah ditulis Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum. Sejarawan seni yang selalu bilang ruang adalah teks. Di sini ruang bukan sekadar tempat, tapi rumah, ruang berkarya, pertemuan, dan gagasan.
Performance-nya unik: Tortor “the Ethnic Mentalist” dan Sri Krishna Enchik. Dua tubuh yang membaca ruang dengan cara berbeda. Tortor dengan mentalisme etnik, Sri Krishna dengan gerak. MC-nya Ampun Sutrisno & Listy “Omah Singo” nama yang juga ruang.
Karena di ruang ini bukan sekadar tempat, tapi rumah, maka ruang berkarya, bertemu, membangun gagasan setidaknya menghadirkan para perupa handal Yogyakarta sekaligus mewakili “ruang” mereka masing-masing. Antara lain:
- Ali Umar – Artnovation
- Butet Kartaredjasa – LeGareca
- Dedy Sufriadi – Nalarroepa Ruang Seni
- Dunadi – Pendhapa Art Space
- Dyan Anggraini – Rumah DAS
- Gusmen Hariadi – Ruang Dalam Art House
- Hari Budiono – Rumah Hari Hari
- Heru Siswanto – Joning Art Space
- Ekwan Marianto – Kembang Jati Art House
- Jumaldi Alfi – Kiniko Art
- Katirin-KATH (the Host)
- Lenny Ratnasari Weichert – Sangkasa Gallery
- Nanang Widjaya – NW Art Space
- I Nyoman Darya – IndieArt House
- Putu Sutawijaya – Sangkring
- Antonius Rommy Iskandar – OK Galeri
- Sitok Srengnge – Jiwa Gallery
- Suitbertus Sarwoko – Banyu Bening Art House
- Ugo Untoro – Museum dan Tanah Liat
- Umar Chusaeni & Yasumi – Limanjawi Art House
- Yusman – Macan Collective
- Astuti Kusumo – Pasuryan Sewu Gallery
- Agung Kurniawan – Kedai Kebun Forum
- Tina Wahyuningsih – Riang Studio
- Al Makin – Selaras Artspace & Forum
- Citra Pratiwi – LAV Gallery
- Ledhek Sukadi – Sangar Rupa Jawa
- Basrizal Albara – Galeri Parak Seni
Setidaknya itu nama-nama awal yang diajukan dalam proposal pameran ini.
Dari Banyak Titik Kecil yang Saling Mengingat
Pameran ini menjadi wadah untuk merayakan perjumpaan, berbagi pengalaman, membuka dialog, serta membangun peluang kolaborasi demi perkembangan ekosistem seni rupa yang lebih luas. Saya teringat Bantul punya sejarah panjang soal ruang.
“Artotel Yogyakarta berkolaborasi dengan seniman lokal di Yogyakarta. Proses pemilihan seniman dan penentuan karya seni yang dibuat, dan dikurasi oleh Heri Pemad, seorang kurator ternama dari Yogyakarta yang juga penggagas dan pendiri ARTJOG,” dikutip propertiindonesia.id, dikutip Mabur.co (1/11/2026). Artotel, Sangkring Art Space 2007 milik Putu Sutawijaya, kini KATH Idea Space 2026.
Ekosistem tidak tumbuh dari satu gedung besar, tapi dari banyak titik kecil yang saling mengingat. Di Jawa ada mitos: kalau punya rumah baru, harus kula nuwun dulu ke penghuni lama. Pameran ini kula nuwun kepada ruang-ruang senior: Sangkring, TBY, JNM, sampai gubuk bambu di sawah Piyungan. Besok mungkin pasar Djadoel Tempuran juga buka di Srimulyo yang sama. Pagi pasar kuliner, sore pameran seni.
Ruang hidup. Jangan lupa datang. Karena ruang akan lupa kalau kita tidak datang.
