Pendiri Pekanbaru Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Wali Kota: Ini Mimpi Lama

2 Min Read
Sketch of a man with a turban, mustache and beard, looking to the side.
Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau Marhum Pekan akan dianugerahi gelar tersebut di Jakarta pada Selasa, 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. ( Sumber Foto: Istimewa)


Mabur.co– Penantian panjang masyarakat Pekanbaru untuk melihat pendiri kotanya mendapat gelar Pahlawan Nasional segera terwujud. Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau Marhum Pekan akan dianugerahi gelar tersebut di Jakarta pada Selasa, 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dijadwalkan hadir langsung di Istana Negara. Ia datang bersama Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Sulastri Agung, dan ahli waris Marhum Pekan.

“Alhamdulillah, mimpi yang telah lama diperjuangkan masyarakat akhirnya terwujud. Kita bangga pendiri Pekanbaru mendapat penghormatan sebagai Pahlawan Nasional,” ujarnya dilansir Pemkot Pekanbaru, Minggu (8/11/2026).

Bagi Wali Kota, penghormatan kepada Marhum Pekan menjadi capaian bersama seluruh pihak yang selama ini mendukung dan memperjuangkannya. Marhum Pekan merupakan Sultan Siak Sri Indrapura ke-V, putra Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit, Sultan Siak ke-IV. Beliau melanjutkan pengembangan kawasan Senapelan yang dirintis ayahandanya hingga tumbuh menjadi pusat perdagangan dan cikal bakal Kota Pekanbaru.

Selain dikenal sebagai pendiri Pekanbaru, Marhum Pekan dikenang atas perjuangannya melawan Belanda di Pulau Guntung. “Pengembangan pekan atau pasar yang beliau lakukan turut meletakkan dasar bagi pertumbuhan kota yang kini menjadi ibu kota Provinsi Riau,” ucapnya.

Menurut Agung, sejarah tersebut menunjukkan eratnya hubungan Pekanbaru dengan Kesultanan Siak. Karena itu, penghormatan kepada Marhum Pekan juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali sejarah dan kebudayaan Melayu kepada generasi muda.

“Saya mencintai Pekanbaru beserta sejarah dan budaya Melayunya. Menjaga marwah Melayu adalah tanggung jawab yang saya pegang dalam memimpin kota ini. Pekanbaru adalah rumah kita bersama, dan kemajuan kota harus berjalan dengan budaya Melayu yang tetap hidup serta menjadi jati dirinya,” tuturnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Sejarawan dan Budayawan
Tidak ada komentar