Inilah Sensasi Memetik Durian Duri Hitam di Perbukitan Menoreh

Mabur.co – Pegunungan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, selama ini dikenal sebagai surganya buah durian, yang wajib dikunjungi bagi para pecinta durian.

Di sini Anda bisa berkeliling kebun yang terletak di atas perbukitan, sambil menyantap durian dengan cara memetiknya langsung dari pohon. 

Salah satu lokasi kebun durian itu, adalah Restu Bumi, yang terletak di wilayah Wono Tawang, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. 

Di tempat seluas dua hektare lebih ini, wisatawan bisa merasakan sensasi berbeda dengan memilih durian pilihan, dan menyantapnya langsung di lokasi. 

Wisata petik durian langsung dari pohon di Perbukitan Menoreh Kulon Progo Foto JH Kusmargana

Berada di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut, kebun dengan panorama indah dan udara sejuk ini, selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat musim liburan. 

Di kebun ini, wisatawan bisa memilih 3 varietas durian unggulan yang memiliki karakteristik berbeda, mulai dari durian Black Thorn atau duri hitam, Bawor, dan Musang King.

Selain menikmati durian, pengunjung juga dapat berjalan-jalan mengelilingi kebun sambil berfoto di antara pohon penuh durian yang bergelantungan.

Bahkan memetik durian matang yang dapat dijangkau tanpa harus memanjat pohon. Selain bisa dinikmati langsung di lokasi, durian di sini juga bisa dibawa pulang.

Antonius Hartoyo pemilik kebun durian Restu Bumi Foto JH Kusmargana

Pemilik kebun durian premium, Antonius Hartoyo, mengaku membuka kebun ini sejak 2019 silam. Semuanya berawal dari kegemarannya terhadap durian.

“Awalnya saya memang hobi durian, cari durian ke mana-mana. Lalu terpikir untuk menanam sendiri. Saya cari lokasi yang tanahnya cocok dan pemandangannya bagus, dan akhirnya pilih di sini,” ujar Antonius.

Menurutnya, wisata petik durian masih tergolong jarang di Yogyakarta. Dari situlah ia mengembangkan kebun miliknya sebagai lokasi tempat wisata.

Antonius menuturkan dari ketiga varietas durian unggulan yang ada di kebunnya, durian duri hitam atau Black Thorn masih menjadi favorit pengunjung.

Selain karena karakter buahnya yang unik, jenis durian ini juga termasuk langka karena belum banyak dibudidayakan. 

“Durian Black Thorn memiliki rasa yang manis, creamy, legit, warnanya orange, dan teksturnya lembut. Durian ini termasuk durian premium,” katanya.

Pengelola Restu Bumi menunjukkan durian duri hitam atau Black Thorn Foto JH Kusmargana

Antonius menjelaskan, satu pohon durian rata-rata bisa menghasilkan sekitar satu kuintal buah, dengan harga berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per kilogram. Varian termahal adalah durian Black Thorn.

Sayangnya pada tahun ini, akibat pengaruh cuaca ekstrem, hasil panen durian menurun drastis. Jika tahun lalu hasil panen bisa sampai 5–6 ribu buah maka tahun ini hanya sekitar seribu lebih. 

“Akibat angin kencang dan banyak hujan, bunga menjadi kerap rontok. Sehingga tidak banyak menghasilkan buah,” katanya. 

Meski panen berkurang, namun Antonius memastikan kualitas durian di kebunnya tetap terjaga. Tak heran banyak pecinta durian jauh-jauh datang ke tempat ini untuk berburu durian.

Saking istimewanya, kebun ini bahkan pernah dikunjungi sejumlah pejabat, seperti Wali Kota Yogyakarta, Bupati Bantul, Bupati Gunungkidul, hingga mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang datang langsung untuk mencicipi durian.

Durian Premium Black Thorn atau duri hitam Foto JH Kusmargana

Salah satu pengunjung, Senvia, mengaku baru pertama kali mencicipi durian duri hitam. Ia pun tak menyangka dengan rasanya, hingga membuatnya merasa ketagihan.

“Ternyata enak banget. Manis. Dan tidak bau seperti yang orang-orang bilang. Tidak menyengat sama sekali,” katanya. 

Hal serupa disampaikan pengunjung lainnya, Fairuz Shakti. Menurutnya, durian duri hitam memiliki cita rasa yang berbeda dibanding durian pada umumnya.

“Manisnya beda, legit, ada rasa krimi-krimi. Warnanya juga beda sama Musang King yang kuning,” jelasnya. 

Fairuz Sensiri mengaku mengetahui kebun durian ini dari teman dan media sosial. Ia tertarik datang karena ingin merasakan sensasi memetik durian matang langsung dari pohon.

Pengunjung mencicipi buah durian Foto JH Kusmargana

“Kebunnya luas, buahnya fresh, kita juga diajari budidaya durian dari tanam sampai panen. Jadi dapat pengalaman sekaligus pengetahuan baru,” tambahnya.

Tak hanya wisatawan lokal Yogyakarta, kebun durian premium ini juga mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah.

Seperti Bogor, Bandung, Jakarta, Surabaya, hingga luar Jawa, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Bagi pencinta durian, tentu merasakan sensasi memetik dan menikmati durian premium langsung dari pohonnya akan menjadi pengalaman istimewa yang sayang untuk dilewatkan. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *