Pentingnya Peran Pers dalam Penguatan Ekosistem Kebudayaan

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Sabtu (7/2/2026) dijelaskan, audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Dialog Kebudayaan yang akan diselenggarakan pada 8 Februari 2026 di Serang, Banten, sebagai bagian dari rangkaian acara puncak Hari Pers Nasional tanggal 9 Februari.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Direktur Anugerah Kebudayaan PWI Yusuf Susilo Hartono kedua dari kanan dalam acara audiensi Persatuan Wartawan Indonesia PWI di Gedung Kementerian Kebudayaan Jakarta

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Anugerah Kebudayaan PWI, Yusuf Susilo Hartono, menyampaikan harapannya kepada Menteri Kebudayaan untuk menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional serta berpartisipasi dalam Dialog Kebudayaan yang menjadi bagian dari rangkaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Ia berharap kehadiran Menteri Kebudayaan dapat menjadi pendorong semangat pemajuan kebudayaan yang ada di daerah.

Dirinya turut menjelaskan mengenai Anugerah Kebudayaan PWI 2026 yang akan diselenggarakan bertepatan dengan peringatan HPN tahun ini.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi PWI kepada pemerintah daerah yang konsisten dalam upaya pelestarian kebudayaan lokal, serta kepada para wartawan yang berkontribusi aktif dalam pengawalan dan promosi kebudayaan daerah.

“Anugerah Kebudayaan PWI merupakan bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang memiliki kepedulian dan komitmen kuat terhadap kebudayaan. Hingga saat ini, sebanyak 58 bupati dan wali kota di berbagai daerah telah menerima penghargaan tersebut,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan daerah yang memiliki pemahaman kebudayaan menjadi faktor penting dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan apresiasi atas rencana penyelenggaraan HPN 2026 yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Dirinya menekankan bahwa pembangunan kebudayaan di daerah saat ini masih kolaborasi berbagai pihak.

Dalam diskusi tersebut, Yusuf kembali menekankan pentingnya peningkatan kapasitas wartawan kebudayaan, termasuk pemahaman terhadap berbagai objek pemajuan kebudayaan seperti tradisi lisan, seni rupa, seni pertunjukan, film, musik, dan sastra.

“Wartawan kebudayaan perlu memiliki panduan dan pemahaman substantif agar mampu menulis isu kebudayaan secara tepat, mendalam, dan bertanggung jawab,” ujarnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *