Cara Unik Pemkot Kota Medan Edukasi Publik, Gelar Lomba Mendirikan Keris Tanpa Warangka 

3 Min Read
Line of men in traditional Malay clothing kneeling along a stone surface, hammering metal pieces as part of a cultural ceremony.
Ajang lomba Mendirikan Keris Tanpa Warangka di Kota Medan, Sumatra Utara. (Foto: harianbisnis.com)

Mabur.co – Kota Medan Sumatra Utara punya cara unik untuk memperkenalkan keris kepada generasi muda. Bukan dengan menggelar pameran keris, melainkan dengan menggelar Festival Mendirikan Keris Tanpa Warangka.

Festival ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Kota Medan 2026.

Sesuai namanya, kegiatan ini menantang peserta mendirikan keris tanpa menggunakan warangka atau sarung. Peserta yang dapat membuat keris berdiri tegak seolah-olah menyangga dirinya sendiri akan menjadi juara.

Selain menguji ketangkasan, konsentrasi, dan ketelitian peserta, atraksi ini juga sangat ditentukan oleh kualitas keris itu sendiri. Semakin seimbang bentuk dan berat bilah keris, maka akan semakin mudah pula keris itu berdiri pada titik tumpunya.

Cara Kreatif Dekatkan Budaya pada Generasi Muda

Dikutip dari HarianBisnis.com, Kamis (15/10/2026), melalui festival ini, Pemkot Medan berupaya mengenalkan keris kepada generasi muda. Bukan hanya keris sebagai benda pusaka, tetapi juga bagian dari warisan budaya bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar permainan, melainkan cara kreatif untuk mendekatkan budaya kepada generasi muda.

“Mendirikan keris tanpa warangka bukan sekadar permainan. Ini cara kreatif memperkenalkan warisan leluhur agar tetap dimartabatkan dan diwariskan kepada generasi penerus yang mulai menjauh dari budaya sendiri,” ujar Zulfani, dikutip dari Waspada Aceh.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi melalui ungkapan, “Adat dijunjung, pusaka dipelihara, warisan diwariskan”. Yang menekankan pentingnya menjunjung tinggi adat istiadat, menjaga dan melestarikan pusaka peninggalan leluhur, serta mengenalkan dan mewariskannya kepada generasi muda.

Pekan Kebudayaan Daerah Kota Medan 2026 sendiri resmi dibuka oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sejak pekan kemarin, bertempat di Lapangan Benteng, Kota Medan.

Pentingnya Pelestarian Budaya

Dalam sambutannya, Rico menekankan pentingnya pelestarian budaya untuk memperkenalkan, mengembangkan, sekaligus menjaga keberagaman budaya yang hidup di Kota Medan.

Selain Festival Mendirikan Keris Tanpa Warangka, rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Kota Medan juga menggelar berbagai acara lainnya.

Seperti lomba berbalas pantun Melayu, lomba kuliner nasi hadap-hadapan, lomba tari kreasi Zapin Melayu, lomba estafet egrang untuk siswa SMP, hingga Lomba Kampung Budaya.

Lewat berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda ini diharapkan warisan tradisi yang telah diwariskan leluhur selama ini dapat terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar